Skip to main content
MANGAIP BLOG

follow us

Cara Membuat Oralit Untuk Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui Di Rumah


Mangaip, Diare bisa dialami oleh siapa saja, bisa tekena kepada bayi, balita atau bahkan orang dewasa. Maka sebagai langkah pencegahan awal biasanya akan diberikan Oralit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang. Oralit ini bisa dibeli atau membuatnya sendiri dirumah. Cara membuat oralit untuk bayi, anak, ibu hamil dan menyusui di rumah dengan mudah. Tapi kalau tidak mau repot, tinggal beli aja di warung dengan harga yang terjangkau tentunya.

Pada dasarnya untuk membuat oralit itu sendiri di rumah cukup dengan 3 bahan saja yaitu garam halus, gula pasir halus dan air. Hanya dosis pemberian saja yang membedakan untuk bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil dan ibu menyusi. Berikut langkah-langkahnya.

Cara Membuat Oralit Untuk Bayi Umur 1 - 12 Bulan

Oralit bisa diberikan kepada bayi saat terkena diare sebagai pertongan pertama. Siapkan beberapa bahan dibawah ini.
  1. Garam Dapur Halus
  2. Gula Pasir Halus
  3. Air Putih sekitar 5 gelas
Cara membuatnya pun tidak terlalu sulit. Pertama, ambil setengah sendok teh garam halus dan 8 sendok teh gula pasir halus ke dalam wadah. Kemudian tambahkan 5 gelas air matang. Aduk menggunakan alat atau sendok hingga benar-benar tercampur, biasanya sekitar1 menit. 
Berikan kepada buah hati anda setelah BAB atau muntah sekitar 50 sampai 100 ml atau maksimal sekitar setengah gelas.

Cara Membuat Oralit Untuk Anak Balita

Oralit dapat membantu meringankan gejala diare. Dengan oralit juga membantu keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh. Berikut adalah cara membuat oralit untuk anak balita di rumah yang bisa dipraktekan.
  1. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum membuat oralit.
  2. Sediakan garam dapur dengan takaran 1/4 sdt.
  3. Sediakan gula pasir 1 sdt.
  4. Sediakan air putih 200 cc.
  5. Campurkan garam dan gula ke dalam air minum lalu aduk hingga larut.
  6. Berikan pada si kecil untuk usia 1-5 tahun sebanyak 200 ml atau 1 gelas yang diminum setelah BAB atau muntah.

Cara Membuat Oralit Untuk Ibu Hamil

Banyak yang mengatakan kalau diare pada ibu hamil itu wajar apabila sedang pada masa awal-awal kehamilan. Akan tetapi apabila diare terus menerus bisa mengakibatkan dehidrasi dan kekurangan cairan tubuh. Hal ini tentu sangat tidak baik bagi kesehatan ibu hamil.
Maka salah satu pencegahan untuk mengatasi diare pada ibu hamil yaitu dengan Oralit. Tentunya dengan dosis yang disesuaikan dengan kehamilan.

Apakah Oralit Aman Untuk Ibu Hamil?

Oralit merupakan cairan yang mengandung gula dan elektrolit, di dalamnya terdapat Natrium Klorida, Kalium Klorida, Glukosa Anhidrat dan Natrium Bikarbonat. Fungsi utama dari Oralit adalah untuk mengganti cairan tubuh saat mengalami dehidrasi. Kandungan dalam oralit tidak akan berbahaya bagi ibu hamil karena terbukti oralit dan air putih adalah cairan yang paling aman dikonsumsi untuk mengganti cairan tubuh, asalkan diminum dalam dosis yang tepat dan tidak berlebihan. 

Membuat Oralit Dan Dosis Yang Tepat Bagi Ibu Hamil

Untuk membuat oralit bagi ibu yang tengah hamil sebenarnya hampir sama saja seperti pembuatan oralit untuk orang dewasa. Hanya perbedaannya yaitu terletak pada dosisnya saja.
Sesuai anjuran, dosisi oralit yang dibutuhkan yaitu 50 ml cairan oralit per kg berat badan diminum 4 sampai 6 jam sekali.
Apabila mengalami dehidrasi yang lumayan berat bisa ditambah menjadi 100 ml perk kg berat badan di minum 4-6 jam sekali. 

Oralit Untuk Ibu Menyusui

Apabila anda mengalami diare ketika menyusui buah hati, Oralit sangat baik sebagai pengganti dehidrasi atau cairan yang hilang. 
Ketika diare anda pun harus tetap memberikan ASI kepada buah hati anda, karena sudah terdapat antibodi dalam ASI itu sendiri yang bisa mencegah buah hati anda terkena penyakit yang sama dengan ibu.
Oralit tentu sangat aman bagi ibu ketika menyusui, karena diare tidak akan menular melalui ASI. Kualitas ASI pun tidak menurun baik itu sedang mengalami diare atau pun sehat. 
Maka sangat disarankan bagi anda ketika menyusui yaitu memperbanyak minum air putih.

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Oralit Umum

Dari beberapa pembahasan diatas, membuat oralit pada umumnya yaitu dengan dosis yang wajar dan lazim digunakan oleh kebanyakan orang. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan saat membuat oralit di rumah diantaranya sebagai berikut.

Mencuci Tangan

Saat membuat oralit di rumah hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu mencuci tangan. Kebersihan tangan harus selalu terjaga. Gunakanlah cairan pencuci tangan, atau kalau tidak ada bisa memakai sabun kemudian dibasuh menggunakan air hangat.

Air Matang

Air yang bagus untuk membuat oralit yaitu berupa air hangat yang telah dimasak terlebih dahulu. Masaklah air di dalam panci, tunggu sampai matang. Kemudian setelah hangat lalu masukan ke dalam gelas sekitar 200 cc

Gula Dan Garam Halus

Pilihlah gula pasir halus yang putih bukan kuning dan garam yang halus kemudian campurkan dengan air. Untuk ukuran standar silahkan lihat dibawah.
  1. 1 Gelas Air 200 cc
  2. 1 Sendok Gula Pasir Halus
  3. 1/4 Sendok Teh Garam Halus

Dosis Oralit Untuk Penderita Diare

Pemberian Oralit harus dengan dosis yang tepat, karena agar bekerja secara maksimal untuk mengembalikan cairan tubuh dan ion elektrolit. Berikut adalah dosis diare yang dianjurkan.
  • Penderita diare usia kurang dari 1 tahun : 50-100 cc oralit (¼ – ½ gelas) setiap kali mencret
  • Penderita diare usia 1 hingga 4 tahun : 100-200 cc oralit (½ – 1 gelas) setiap kali mencret
  • Penderita diare usia 5-11 tahun : 200-300 cc oralit (1 – 1½ gelas) setiap kali mencret
  • Penderita diare usia lebih dari 12 tahun : 400 cc oralit (2 gelas) setiap kali mencret

Tindakan Lebih Lanjut Bagi Penderita Diare

Oralit bagi penderita diare adalah pertolongan pertama atau sebagai penanganan pertama kali yang harus dilakukan. 

Apabila anda masih mengalami diare dalam jangka waktu yang lama maka tindakan lebih lanjut yaitu datang ke pusat kesehatan seperti puskesmas, klinik atau bahkan rumah sakit.

You Might Also Like:

Comment Policy: Mohon untuk menuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan artikel ini. Apabila terdapat tautan, tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar