Skip to main content
MANGAIP BLOG

follow us

Perlukah Membuat Strategi Promosi?

Bagi para pengusaha pemula atau wiraswastawan yang masih baru terjun ke dunia usaha, strategi promosi yang diterapkan biasanya masih sangat sederhana. Atau bahkan mereka tidak berfikir tentang strategi sama sekali.

Apa yang terjadi terjadilah, begitu biasanya pemikiran para pengusaha pemula. Learning by doing, mungkin begitu bahasa kerennya.

Namun sejatinya, sebuah strategi promosi itu amat penting dalam sebuah roda usaha yang baru mulai berputar. Bahkan, dalam usaha skala rumah tangga sekalipun. Bagaimana mungkin Anda dapat memasarkan produk andalan Anda jika tanpa sebuah trik dan kiat yang tepat, bukan?

Semisal sebuah usaha skala rumah tangga yang memproduksi susu kedelai. Tanpa strategi pemasaran yang cerdas dan tepat, maka ia akan menggelar dagangannya tanpa mempertimbangkan siapa yang menjadi target pembeli.

Melihat dan mengamati situasi sekeliling rumah pun sebaiknya dilakukan sebelum mulai usaha. Jika situasi sekeliling rumah tempat produksi ramai oleh aktifitas penduduk, atau jadi lalu lintas banyak kendaraan, maka itu juga harus diperhatikan dalam membuat sebuah strategi promosi. Jadi, strategi promosi tak bisa dianggap enteng dalam perannya memajukan sebuah usaha, bahkan dalam skala kecil sekalipun.

Daftar Isi

Nabi Muhammad Sebagai Ahli Strategi Promosi

Sebagai model seorang pengusaha besar yang cerdas membuat strategi promosi , kita bisa lihat pada sosok Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diketahui bersama oleh umat muslim, Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang handal dan sukses pada usia mudanya. Itu tentu tak terjadi begitu saja tanpa sebuah kecerdasan dan strategi promosi yang benar.

Bahkan, skala usaha Nabi Muhammad SAW tak terbatas hanya di negerinya saja, melainkan sudah menjangkau hingga ke negeri-negeri tetangga. Strategi promosi yang diterapkan oleh beliau adalah dengan apa yang disebut saat ini sebagai Customer Relationship Management. Atau berarti juga menekankan pada pendekatan personal dengan para pelanggan.

Pendekatan model ini membutuhkan pemahaman tentang keinginan, kebutuhan, dan juga apa yang dipikirkan oleh target kostumer Anda. Untuk melakukan ini, seseorang harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan penampilan yang juga terjaga.

Nabi Muhammad selalu menjaga komunikasi antarpersonal dengan baik. Berusaha untuk dapat selalu jujur agar kepercayaan kostumer pada Beliau selalu terjaga. Beliau juga selalu tanggap dan mendengarkan permasalahan yang dihadapi oleh kostumer terhadap produk yang Beliau jual. Dan, itu juga termasuk dalam strategi promosi yang jitu.

Jika diterjemahkan dalam bahasa sederhana, dengan menjalin silaturahmi alias sering melakukan kontak dengan para relasi, jalan rezeki seorang pelaku usaha akan menjadi lebih luas. Dan memutuskan silaturahmi, alias memutuskan hubungan dengan relasi, maka bisa menutup jalan rezeki bagi pelaku usaha.

Tujuan Strategi Promosi

Jadi, apa sebenarnya yang menjadi tujuan utama dilakukannya sebuah strategi promosi? Silakan simak berikut ini:

Menaikkan Penjualan Produk

Ini tentu merupakan tujuan yang semua pelaku usaha inginkan. Stok hasil produksi yang menumpuk di gudang dapat ditingkatkan penjualannya dengan sebuah stretegi promosi yang tepat. Sasarannya tidak harus mengarah ke pembeli setia saja, namun sebuah promosi yang bagus dapat pula memikat pembeli marjinal atau pembeli yang biasanya hanya mengincar masa promosi.

Jika produk yang dihasilkan dapat memenuhi harapan para pembeli marjinal ini, maka bisa saja mereka beralih menjadi pembeli setia. Jadi jangan remehkan promosi untuk sasaran pembeli marjinal ini, walau awalnya keberadaan mereka ini tidak signifikan bagi penjualan produk saat ini. Namun untuk penjualan selanjutnya, pembeli marjinal bahkan bisa naik tingkat menjadi pembeli setia yang loyal.

Menarik Pembeli Coba-Coba

Keadaan ekonomi yang makin membaik di negeri ini, membuat kebiasaan shoping dan jalan-jalan makin mendarah daging. Keadaan ini harus mampu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku usaha. Konsumen yang tidak berniat membeli dan hanya membeli karena tertarik dengan strategi promosi yang Anda tawarkan, bisa sangat potensial.

Mereka ini biasanya tak pernah membeli produk Anda dan setia pada produk lain. Memberi sampel produk gratis, atau diskon yang signifikan agar para pembeli coba-coba ini tertarik menggunakan produk Anda walau hanya mencoba, bisa jadi strategi.

Layanan terbaik untuk membuktikan bahwa kualitas produk Anda tak kalah dengan kualitas pesaing Anda, sebaiknya memang dilakukan pada promosi model ini. Dengan begitu mereka yang semula memang hanya coba-coba akan membandingkan produk yang biasanya mereka gunakan dengan produk Anda. Jika mereka menemukan kelebihan, maka biasanya mereka tak akan berpaling.

Menaikkan Loyalitas Pembeli

Pembeli biasanya akan loyal saat telah merasakan manfaat dan kebaikan jangka panjang dalam produk Anda. Karenanya, menjaga loyalitas pembeli bisa dilakukan juga dengan memberi fasilitas khusus untuk pembeli setia Anda.

Misalnya dengan memasukkan mereka ke dalam klub dimana para pembeli loyal dapat merasakan layanan berbeda dan bonus lain.Perlakuan khusus ini secara psikologis membuat pelanggan setia akan merasa dihargai dan diistimewakan lebih dari pelanggan biasa. Strategi promosi seperti ini banyak dilakukan saat ini.

Menaikkan Pembelian Ulang

Ini sebenarnya tindak lanjut dari menarik pelanggan coba-coba yang membeli produk Anda. Memberikan diskon khusus untuk pembelian kedua, ketiga dan seterusnya, bisa menaikkan hasil penjualan produk lanjutan. Atau juga memberikan gratisan untuk pembelian ke 3, 4, dst, bisa memancing pelanggan untuk melakukan pembelian ulang di tempat Anda. Alhasil, mereka yang semula coba-coba dapat berubah jadi pelanggan berkelanjutan dari produk Anda.

Meluaskan Kegunaan

Inovasi baru harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kegunaan dari produk Anda. Ini akan membuat pelanggan berfikir bahwa produk Anda tidak hanya itu-itu saja kegunaannya, melainkan selalu berinovasi dan banyak manfaat lain yang bisa didapatkan.

Misalnya, jika produk jasa yang Anda jual, maka ikuti perkembangan kebutuhan yang sedang banyak dibutuhkan oleh pelanggan. Jika Anda menjual produk makanan, maka tingkatkan pelayanan dengan pesan antar, atau katering. Maka pelanggan Anda tidak akan berpaling dari produk Anda.

Ulasan tentang strategi promosi diatas memang sengaja hanya membahas kiat sederhana dengan penggunaan bahasa yang sederhana pula untuk memudahkan pemahaman bagi pelaku usaha pemula. Seperti diketahui, tingginya minat masyarakat dalam melakukan wirausaha kini tidak lagi hanya terbatas dikalangan mereka yang berpendidikan saja, namun terjadi di semua kalangan.

Karenanya, harus ditunjang juga dengan pelatihan-pelatihan dan sosialisasi tentang strategi wirausaha yang sederhana namun bermanfaat, untuk mencegah timbulnya kegagalan bagi pelaku usaha yang masih pemula. Sebab, kegagalan mereka sangat mungkin untuk mematahkan semangat kewirausahaan mereka yang sedang tumbuh.

Padahal, negeri ini masih butuh amat banyak wirausahawan muda untuk turut mendorong kemandirian dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Serta meningkatkan perekonomian masyarakat kecil yang kerap terabaikan oleh pemerintah.

Jadi kesimpulannya, sebuah strategi promosi itu perlu dipikirkan bahkan sebelum memulai usaha. Tujuannya untuk meminimalisir kerugian dan mencegah terjadinya kegagalan dalam sebuah usaha. Sesederhana apapun bentuk strategi itu, tetap perlu bagi kemajuan sebuah usaha.

You Might Also Like:

Comment Policy: Mohon untuk menuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan artikel ini. Apabila terdapat tautan, tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar