Skip to main content
MANGAIP BLOG

follow us

Cara Membuat Telur Asin Lengkap Dan Mudah, Cocok Untuk Ide Usaha

Jika Anda berpergian ke Jawa Tengah dan melewati daerah Brebes, maka sepanjang jalan di daerah Brebes akan Anda temukan deretan etalase berwarna-warni. Jangan menyangka mereka adalah penjual pulsa di pinggir jalan, yang sebenarnya mereka memajang telur asin untuk dijajakan. Brebes memang kota produsen telur asin. Masyarakat Brebes memang paling tau cara membuat telur asin yang enak.

Entah darimana asal-muasalnya, namun kota tersebut dikenal dengan sebutan kota telur asin. Bahkan -ketika saya berbincang-bincang dengan salah seorang mahasiswi asal Brebes- saat dia dahulu bersekolah di Sekolah Dasar, cara membuat telur asin dimasukkan dalam mata pelajaran sekolah Mulok (Muatan Lokal).

Wah, sungguh berbudaya kota itu. Mengapa harus telur asin? Pertanyaan ini mungkin jenaka, namun masuk di akal. Mengapa harus telur asin, padahal telur rebus pun bisa? Telur adalah sumber protein hewani yang rasanya lezat, mudah didapat serta tentu saja harganya relatif murah.

Daftar Isi

Kandungan Gizi Pada Telur Asin

Kandungan gizi dan mineralnya pun cukup tinggi namun sifatnya mudah rusak, baik karena sifat alami maupun pengaruh organisme pada kulit telur. Biasanya, kerusakan telur diketahui setelah telur berada pada udara terbuka setelah 2 minggu tanpa upaya pengawetan, bisa karena pecah cangkangnya, efek mikroba yang masuk ke dalam telur, keluarnya udara pada kantong telur, berkurangnya kadar air atau karena menempelnya kotoran pada kulit luar telur.

Maka untuk mengawetkannya, diperlukan teknik khusus pengawetan salah satunya dengan cara mengasinkannya. Pengasinan ternyata memberikan efek lain selain bertambah awetnya telur dengan rata-rata penyimpanan 2-3 minggu, juga bau amis khas telur bebek menjadi berkurang, tidak berbau busuk dan rasanya lebih enak. Lebih penting lagi, telur asin memiliki kandungan gizi yang berbeda sebelum telur diasinkan, yaitu jumlah kalsium bertambah dan jumlah lemak berkurang.

Jumlah kalsium sebelum diasinkan adalah 56 mg dan setelah proses pengasinan menjadi 120 mg, sedangkan jumlah lemaknya turun dari 14,3 mg menjadi 13,6 mg. Jumlah kalsium bertambah dikarenakan masuknya mineral garam pada bagian dalam telur yang tentu saja hal ini baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, selain itu jumlah lemak menjadi berkurang.


Hal tersebut baik, karena tidak memicu penyakit jantung dan kolesterol. Teknik pengasinan telur lazimnya dipilih telur bebek, bukan telur ayam. Telur bebek dipilih karena cangkang kulitnya lebih keras dibanding telur ayam sehingga saat pengasinan cangkang telur tidak mudah rusak.

Telur bebek juga memiliki pori-pori yang lebih renggang yang memberikan efek mudah meresapnya garam pada bagian dalam telur. Sedangkan jika digunakan telur ayam, pengasinan kurang berjalan baik karena garam sulit meresap, rasa telur pun kurang mantap tentunya. Pilih telur bebek untuk dijadikan telur asin dengan umur 1-2 hari.

Cara Membuat Telur Asin - Tahapan Pembuatan Telur

Dalam proses pembuatan telur asin terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh pembuatnya. Berikut kiat-kiat cara membuat telur asin, terbagi atas beberapa tahapan, yaitu persiapan, pengasinan, pemanenan, dan pemasakan.

Tahapan Pembuatan Telur - Persiapan

Pilihlah telur bebek dengan kondisi baik. Sortir telur-telur yang berkeadaan tak baik. Cara mudah untuk mengetahui keadaan baik-buruknya telur adalah merendamnya di dalam air. Jika saat direndam, telur bebek mengapung maka kualitas telur tidak baik. Pilih telur yang tenggelam saat dimasukkan ke dalam air.


Setelah dipilih telur yang baik, bersihkan permukaan kulit telur. Anda dapat membersihkannya dengan sekedar mengelapnya jika tidak terlalu kotor atau membersihkannya dengan air hangat jika keadaannya cukup kotor. Usahakan sebersih mungkin.

Setelah pembersihan dilakukan, amplasnya telur bebek dengan amplas halus. Jika tidak ada amplas, gunakan spon kasar. Ratakan amplasan, namun jangan terlalu keras menekan karena akan merusak kulit telur.

Tahapan Pembuatan Telur - Pengasinan

Setelah telur dipersiapkan, maka siapkan pula cara untuk mengasinkan telur tersebut. Ada 3 cara membuat telur asin yang sering digunakan oleh para produsen telur asin. Cara-cara tersebut yaitu sebagai berikut.

1. Perendaman dengan Larutan Garam Jenuh

Cara ini tergolong cara yang paling mudah. Pertama, larutkan sejumlah garam di dalam air. Jika hal ini terlalu lama, maka panaskan air (tidak perlu mendidih), aduk garam yang telah dimasukkan ke dalam air hingga seluruh garam melarut. Setelah seluruh garam larut dalam air, diamkan hingga air menjadi dingin.


Lalu, persiapkan sebuah wadah tertutup. Masukkan larutan garam yang telah dingin ke dalam wadah dan masukkan pula telur yang telah dibersihkan ke dalam larutan tersebut. Tutup wadah dan simpan selama 10-14 hari (2 minggu) sebelum akhirnya dipanen. Usahakan penempatan wadah pada keadaan datar, tidak terlalu lembab dan tidak terkena cahaya matahari langsung.

2. Pemeraman dengan Adonan Garam

Untuk membuat adonan garam, campur garam dapur dengan serbuk bata merah, tanah liat, abu gosok (pilih salah satu), dan air bersih. Campur hingga merata. Porsi garam dapat disesuaikan menurut kebutuhan pengasinan. Semakin banyak garam yang digunakan, semakin asin pula telur yang didapat.

Campur bahan-bahan dengan merata hingga mengental, jangan menggunakan air terlalu banyak. Masukkan air sedikit demi sedikit, lalu campur adonan. Adonan yang baik saat ditempelkan pada kulit telur dapat menempel dan tidak terlepas.


Setelah adonan terbentuk, bungkus masing-masing telur dengan adonan kurang lebih setebal 1-2 mm dan perhatikan ketebalan setiap sisi agar rasa asin merata dengan baik. Setelah seluruh telur terbungkus adonan dengan baik, masukkan dalam wadah tertutup, tata sedemikian rupa sehingga tidak bergoyang dan diamkan selama 2 minggu sebelum akhirnya dipanen

3. Perendaman dengan Adonan Garam

Cara ini sebenarnya hampir sama dengan pemeraman dengan adonan garam, hanya saja setiap telur tidak dibungkus dengan adonan. Siapkan saja wadah yang agak besar, lalu tuang adonan pada alas wadah secara merata. Kemudian tata telur dalam wadah, beri jarak antar tiap telur dan usahakan telur tidak goyah.

Setelah telur tertata dengan baik, masukkan adonan dan tutupi telur secara menyeluruh dengan adonan hingga tidak nampak. Adonan yang dibuat untuk perendaman haruslah lebih banyak dibanding pemeraman karena seluruh telur harus tertutup adonan. Tutup wadah tersebut dan simpan selama 2 minggu sebelum akhirnya dipanen.

Tahapan Pembuatan Telur - Pemanenan

Pemanenan telur asin biasanya dilakukan setelah telur didiamkan selama 2 minggu. Selama dua minggu ini, adonan menjadi kering (dan mungkin mengeras) karena air dan garam masuk ke dalam telur (kecuali cara membuat telur asin dengan perendaman pada air garam).


Untuk memanennya, agar telur tidak rusak beri sedikit air supaya telur mudah dipisahkan dengan adonan yang menempel. Jangan memaksa memisahkan telur dengan adonan yang terlampau keras karena dapat merusak kulit telur. Untuk segi pemanenan, cara perendaman dengan larutan garam adalah cara terbaik. Namun dari segi penyimpanan, cara tersebut cukup riskan apabila wadah penyimpanan jatuh yang berakibat merusak telur.

Sedangkan cara perendaman dengan adonan garam merupakan cara penyimpanan yang cukup aman. Namun, dari segi pemanenan cukup sulit karena seluruh telur tertutupi adonan, sehingga dibutuhkan kehati-hatian dalam proses pemanenan. Namun kedua cara tersebut dapat mengakibatkan rasa asin pada telur tidak merata karena garam yang masuk pada telur memiliki porsi yang berbeda berdasarkan luas daerah kontak.

Dari segi hasil, pemeraman dengan adonan garam memiliki rasa asin yang merata karena setiap sisi telur bersinggungan dengan garam dengan luas kontak yang sama. Selain itu, jumlah adonan yang dibuat pun tidak terlalu banyak. Cara membuat telur asin ini lebih sering dipilih oleh para produsen. Produsen terkadang setelah memanen telur, tidak serta merta memasaknya.

Biasanya telur yang dipanen segera dibersihkan dan direndam dalam larutan teh (pekat) selama 3-7 hari. Hal ini dimaksudkan agar zat tanin pada daun teh dapat menutupi pori-pori telur sehingga telur menjadi lebih awet hingga 6 minggu (1,5 bulan). Selain itu, warna telur pun akan sedikit berubah menjadi sedikit kecoklatan sehingga lebih cantik kelihatannya.

Tahapan Pembuatan Telur - Pemasakan

Tahap terakhir cara membuat telur asin adalah memasaknya. Pemasakan biasa dilakukan dengan cara merebus. Agar perebusan dapat berjalan dengan baik, jangan langsung memanaskan air hingga mendidih. Gunakan api kecil supaya air menjadi hangat saja, lalu setelah sekitar 20 menit, panaskan air dengan api besar. Hal ini dimaksudkan supaya putih telur mengental sebelum akhirnya kuning telur yang mengeras.


Cara lain adalah dengan mengovennya. Jangan gunakan panas yang tinggi karena kulit telur tidak dapat mentolerir perubahan suhu yang drastis. Setelah Anda memasaknya, Anda dapat menjualnya dengan harga sekitar 2.200-3.000/per butir telur.

Demikianlah uraian mengenai cara membuat telur asin. Ikuti setiap cara membuat telur asin tersebut agar telur yang Anda hasilkan merupakan telur yang enak dan berkualitas. Telur asin ini sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat, sehingga pembuatan telur asin untuk prospek bisnis pun sangat bagus untuk Anda coba. Bagaimana, Anda tertarik?

You Might Also Like:

Comment Policy: Mohon untuk menuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan artikel ini. Apabila terdapat tautan, tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar