Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cara Beternak Kelinci Untuk Usaha Agar Sukses Dan Menghasilkan

Cara Beternak Kelinci Untuk Usaha Agar Sukses Dan Menghasilkan

Cara Beternak Kelinci Untuk Usaha Agar Sukses Dan Menghasilkan – “Serahkan semua pada ahlinya!” Ungkapan tersebut ternyata berlaku untuk segala hal, termasuk dalam usaha ternak kelinci. Ya, peternakan kelinci akan berjalan sukses jika si peternak mengetahui hal-hal yang berkaitan langsung dengan usaha yang digelutinya. Dalam kesempatan ini, penulis akan mengajak para peternak kelinci maupun calon peternak untuk mengetahui hal penting, terutama dalam hal perkembangbiakan kelinci.

Meski belum tergolong ahli, jika pengetahuan tentang segala hal yang berkaitan dengan perkembangbiakan kelinci ini sudah dikuasai, maka usaha ternak kelinci yang sedang digeluti akan mengdatangkan hasil yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa hal seputar perkembangbiakan kelinci yang wajib diketahui oleh peternak maupun calon peternak kelinci. Simak.

Beternak Kelinci – Umur Mulai Dikawinkan

Beternak Kelinci - Umur Mulai Dikawinkan

Peternak kelinci bisa mulai mengawinkan kelinci jika memang tanda-tanda birahi sudah ditunjukan oleh si kelinci. Biasanya, tanda-tanda birahi kelinci dapat dijumpai pada kelinci yang berumur antara 4-5 bulan dengan berat 2-3 kg (kelinci lokal) dan pada umur 8-10 bulan dengan berat 4-6 kg (pada kelinci impor). Umur tersebut tidak mutlak karena ada juga tanda-tanda birahi yang sudah terlihat sebelummemasukki umur yang sudah disebutkan.

Jika kelinci yang sudah menunjukkan tanda-tanda birahi telat dikawinkan, kemungkinan kelinci-kelinci tersebut akan mengalami kemandulan karena bobot tubuh yang kegemukan. Kelinci yang gemuk akan memiliki banyak lemak dalam tubuhnya sehingga sel telur betina dan saluran sperma jantan akan mengalami penyempitan. Jika hal ini terjadi, maka  jalannya proses perkawinan akan terhambat.

Mengatur Perkawinan

Mengatur Perkawinan

Pengaturan perkawinan perlu dilakukan peternak kelinci guna menjaga kualitas dan hasil pembiakan kelinci. Jangan sampai induk kelinci yang baru melahirkan dikawinkan lagi dengansi pejantan, karena hal ini akan mengganggu kesehatan si induk tadi. Selain itu, alasan perkawinan tadi tidak dianjurkan keran anak-anak kelinci yang baru dilahirkannya belum cukup waktu untuk disapih.

Agar kemungkinan terjadinya perkawinan betina dan jantan dalam waktu dekat tidak terjadi, maka peternak kelinci wajib memisahkan induk kelinci yang baru melahirkan dengan jantan. Kedua kelinci ini harus ditempatkan di dua kandang yang berbeda. Ini dilakukan karena kelinci jantan yang sudah dewasa memiliki daya kawin yang sangat kuat. Karena kekuatan kawinnya ini, jika kita memelihara 10 kelinci, maka cukup menyediakan satu pejantan saja.

Dalam setahun, seekor induk kelinci dapat beranak sampai empat kali. Seekor kelinci membutuhkan waktu 31 hari untuk menjalani masa bunting dan sekitar 56 hari untuk melakukan pengasuhan dan penyusuan anak-anaknya. Namun, jika induk kelinci dinilai telah siap untuk dikawinkan lagi sebelum masa merawat dan menyusia selesai, maka peternak harus memastikan bahwa pasokan makanan untuk anak-anak kelinci tercukupi.

Sel Telur dan Kesuburan

Kelinci betina yang sudah dewasa (birahi) dapat menurunkan beberapa sel telur dalam rahimnya. Demikian halnya dengan kelinci jantan yang dapat menghasilkan beribu-ribu sel sperma. Namun begitu, hanya satu sel sperma saja yang mampu membuahi sel telur betina. Sel telur yang sudah dibuahi sperma akan tumbuh menjadi janin. Proses pertumbuhan ini memakan waktu sekitar 30-32 hari. Setelah masa itu terlewati, maka lahirlah anak-anak kelinci yang lucu.

Banyak sedikitnya hasil pembiakan tidak lepas dari faktor kesuburan. Seekor kelinci yang subur bisa saja menghasilkan sampai 10 ekor anak dalam sekali kehamilan, namun ada juga yang hanya menghasilkan 4 ekor anak saja. Biasanya induk kelinci yang melahirkan anak dalam jumlah banyak akan direpotkan sendiri oleh proses pengasuhan dan penyusuan anak. Bahkan, tak jarang beberapa anaknya terabaikan dan tidak menerima asuhan.

Tingkat kesuburan kelinci sangat dipengaruhi oleh kualitan dan ketersediaan makanan. Bila zat-zat makanan yang diperlukan kelinci tidak terpenuhi dengan baik, kondisi tubuh dan kesehatannya akan terganggu sehingga kelinci menjadi mudah sakit.

Namun perlu diingat juga, jika bahan makanan yang peternak kelinci berikan terlalu berlebihan, maka berat badan si kelinci akan melonjak sehingga berdamak pada menurunnya tingkat kesuburan. Pemberian makanan kelinci harus benar-benar sesuai.

Lama Kelinci Bunting dan Mengasuh atau Menyusui Anakan

Lama Kelinci Bunting dan Mengasuh atau Menyusui Anakan

Umumnya, lama kelinci bunting adalah 31 hari. Namun,dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, ada juga yang membutuhkan waktu 30 hari sampai 32 hari. Masa bunting kelinci ini biasanya sangat ditentukan oleh fakrot lingkungan, makanan, dan jenis kelinci itu sendiri. Makin besar jenis kelinci yang peternak pelihara, makin lama juga waktu buntingnya.

Sementara itu, wktu yang diperlukan seekor induk kelinci untuk mengasuh atau menyusui anaknya sekitar 56 hari atau 8 minggu. Seperti yang sudah disebutkan tadi, masa untuk mengasuh  atau menyusui ini tidaklah mutlak, namun 8 minggu ini adalah waktu yang paling ideal. Dalam usia 8 minggu, biasanya anak-anak kelinci telah mampu makan sendiri.

Penyebab Gagalnya Pembiakan

Penyebab Gagalnya Pembiakan

Jika kelinci yang Anda ternakan tidak kunjung bunting, gagal bunting, atau mutu anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, boleh jadi ada beberapa penyebabnya. Beberapa penyebab yang dimaksud adalah faktor lingkungan, makanan, umur, dan bunting palsu. Bagaimana faktor-faktor tadi dapat menyebabkan gagalnya pembiakan? Berikut adalah uraiannya.

1. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada kehidupan kelinci. Hawa yang terlalu tinggi atau perubahan temperature yang sangat mendadak akan mempengaruhi tingkat kesuburan kelinci. Untuk itu, agar mendapatkan lingkungan yang baik untuk kelinci, sebaiknya kandang tidak dibuat dari bahan seng dan dinding kandang jangan sampai kena hembusan angin secara langsung.

Tak hanya itu, kandang yang disekitarnya sangat gaduh juga kurang menguntungkan untuk kelinci. Terlebih jika kandang itu berada dalam jangkauan anak-anak. Biasanya daerah sekitar kandang yang gaduh seringkali membuat kelinci terkejut.

Untuk itu, tempatkanlah kandang di tempat yang tenang, sesuaikan luas kandang dengan jumlah kelinci yang dipelihara. Perlu diingat, kelinci yang bunting memerlukan suasana yang tenang. Jika hal-hal yang disebutkan di atas diabaikan, maka ada kemungkinan gagalnya pembiakan.

2. Makanan

Makanan yang kurang mengandung gizi akan menyebabkan menurunnya kondisi tubuh, sehingga tak jarang kelinci tersebut mengalami keguguran atau mengalami kematian setelah melahirkan anak-anaknya. makin tua usia kandungan kelinci, maka makin banyak juga zat-zat makanan bergizi yang diperlukan.

Perhatian zat gizi makanan tidak hanya ditekankan pada kelinci betin, tetapi juga pada kelinci jantan. Kelinci-kelinci jantan yang mendapatkan asupan makanan baik akan memiliki kualitas sperma yang baik pula.

3. Umur

Induk kelinci masih tergolong produktif jika masih berumur 2,5 sampai 3 tahun. Setelah melampaui umur tersebut, biasanya produktivitasnya akan menurun. Untuk itu, agar tidak terjadi kegagalan pembiakan, kelinci-kelinci yang berumur di atas 3 tahun sebaiknya tidak lagi dikawinkan. Anda bisa menjual kelinci-kelinci tersebut atau memanfaatkan dagingnya.

4. Bunting Palsu

Bunting palsu merupakan suatu kondisi yang seringkali terjadi pada kelinci betina. Bunting palsu biasanya memiliki tanda-tanda yang sama dengan bunting asli, namun pada akhirnya tidak ada satu pun anak yang dilahirkan.

Lamanya waktu bunting palsu ini sekitar 16-22 hari setelah perkawinan. Tanda bunting palsu ini dapat diamati dari aktivitas kelinci betina yang terlihat sibuk menyiapkan sarang dengan mencabuti bulu-bulunya seolah-olah mau beranak.

Selama bunting palsu ini kelinci betina tidak mau dikawini oleh pejantan. Setelah bunting palsunya berakhir, barulah kelinci bersedia dikawini lagi. Penyebab bunting palsu ini adalah gagalnya proses pembuahan. Hal ini dikarenakan tak ada kesuburan pada kelinci betina atau kualitas sperma pejantannya jelak.

Nah, itulah beberapa hal terkait perkembangbiakan kelinci yang wajib diketahui peternak kelinci. Dengan pemahaman hal-hal yang baru saja dijabarkan diharapkan petani lebih peka lagi terhadap kelinci peliharaannya, terlebih yang sedang dalam prose perkembangbiakan, agar kelinci tadi menghasilkan anakan yang banyak dan sehat. Semoga bermanfaat.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya