Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Contoh Pidato Pendidikan Dan Cara Membuatnya Untuk Berbagai Event

Contoh Pidato Pendidikan Dan Cara Membuatnya Untuk Berbagai Event

Contoh Pidato Pendidikan Dan Cara Membuatnya Untuk Berbagai Event – Pidato pendidikan merupakan salah satu contoh bentuk pidato. Pidato adalah menyampaikan nasihat atau pengajaran kepada masyarakat luas, baik itu mengenai berbagai kabar. Adapaun sumber yang dipakai dalam menyampaikan pidato dapat diambil dari berbagai sumber.

Berbicara tentang pendidikan tentu tak terlepas dari isi-isi pidato opendidikan yang menyangkut pembahasannya tentang pendidikan, apakah itu mengenai usia seseorang yang wajib belajar, apa saja yang perlu dipelajari, bagaimana jika tidak mau belajar, dan siapa yang wajib memberikan pendidikan kepada seorang anak sebab pendidikan merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh negara, pendidik, dan orangtua.

Materi Pidato Pendidikan

Materi Pidato Pendidikan

Pidato pendidikan harus meliputi tiga materi yang disampaikan, yaitu materi tentang pendidik, peserta didik, dan materi didikan, apakah itu pendidikan formal ataupun pendidikan nonformal karena ketiga unsur itu saling berkaitan antara satu sama lain. Gagal dan  berhasilnya sebuah pendidikan juga sangat bergantung pada tiga unsur di atas. Di sini akan penulis coba uraikan satu per satu ketiga unsur tersebut.

1. Pendidik

Pendidik atau dengan istilah lain disebut dengan guru untuk sekolah dan ustadz untuk pesantren adalah sosok yang sangat menentukan keberhasilan dalam dunia pendidikan. Hal itu dikarenakan karena pendidik yang akan bertanggung jawab terhadap peserta didiknya selama dalam masa kependidikan.

Seorang pendidik pun harus mampu melihat kondisi peserta didiknya, baik dari segi kemampuan, kemauan, dan kesanggupan. Hal itu dikarenakan peserta didik itu tidak semua sama dan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pendidik juga harus bisa memosisikan dirinya sebagai orangtua dari peserta didiknya karena kedekatan emosional akan sangat membantu untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam dunia pendidikan. Selain itu, pendidik pun harus memiliki kemampuan yang memadai di bidang yang diajarkan, baik dari segi penguasaan materi juga cara penyampaian sehingga peserta didik dapat memahami dan mengerti apa yang diajarkan.

Keberhasilan dan kegagalan dalam dunia pendidikan sangat bergantung kepada guru atau pendidik. Jika pendidik hanya mengajarkan pelajaran untuk mencapai target serta tidak melihat apa peserta didiknya paham atau tidak, tentu akan sia-sia belaka.

Hal tersebut disebabkan tujuan dari pendidikan adalah untuk mengurangi angka kebodohan dan buta huruf. Oleh karena itu, jika itu tidak bisa dilakukan oleh seorang pendidik tentu sangat ironi dan disayangkan.

2. Peserta Didik

Peserta didik yang dimaksud adalah murid, baik itu di sekolah dasar/menengah pertama/menengah atas ataupun di pesantren karena tujuan peserta didik di sekolah dan di pesantren adalah untuk belajar agar mereka menjadi orang-orang pandai dalam berbagai macam ilmu pengetahuan.

Usia peserta didik itu antara 5 sampai dengan 18 tahun karena usia juga menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam dunia pendidikan sehingga bisa kita lihat ada pengelompokan antara usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan menegah atas.

Kenapa itu dilakukan? Karena itu juga menjadi salah satu penyebab dari keberhasilan dalam pendidikan sebab peserta didik itu punya keterbatasan kemampuan, kemauan dan keinginan.

Peserta didik umumnya adalah mereka yang tidak mau diatur, diikat dengan berbagai peraturan dan aturan. Akan tetapi, jika itu bisa dicoba buang oleh pendidik, sangat mungkin peserta didik akan menjadi calon-calon pendidik masa depan karena keberhasilan yang dicapai dengan sangat mudah dan tanpa pengorbanan.

Mungkin inilah trik dan cara yang perlu disiasati oleh seorang pendidik terhadap peserta didiknya sebab tak ada peserta didik yang bebas dan tanpa belajar itu berhasil.

3. Materi Didikan

Materi didikan itu sangat penting, mendidik tanpa materi yang jelas akan membuat didikan hanya sia-sia, materi didikan juga harus terkonsep dengan baik dan dibuat dengan rapi dari mana sumber diambil dan apa tujuan yang ingin dicapai. Jadi, dengan begitu akan tercapai tujuan yang dinginkan dalam pendidikan.

Keberhasilan dalam menyampaikan materi juga akan sangat berdampak bagi prestasi peserta didik dan pendidik itu sendiri karena untuk mencapai kesuksesan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, ada ketergantungan antara pendidik, peserta didik, dan materi didikan yang dipakai, sebab ketiganya saling mengikat dan punya keterikatan yang sangat kuat.

Materi yang disampaikan dalam pidato pendidikan juga bisa membuat peserta didik punya rasa takut jika tidak mau belajar serta punya rasa bangga apabila berhasil dalam pendidikan. Hal itu disebabkan rasa anggap penting terhadap pendidikan itu harus ditanamkan oleh pendidik kepada peserta didik.

Pendidik hanya bisa mengawasi peserta didik di dalam kelas. Sementara, saat peserta didik berada di rumah,dia berada di luar kontrol dari pendidik itu sendiri.

Pendidik dalam mengontrol peserta didiknya juga harus berkerja sama dengan orangtua dari peserta didik. Sebab, orangtua juga punya kewajiban yang sangat besar terhadap anaknya. Orangtua yang tidak mau tahu tentang pendidikan anaknya dan ada pula yang tidak memahami bahwa memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya adalah tugas dan kewajiban dari orangtua.

Klasifikasi Pendidikan

Klasifikasi Pendidikan

Dalam pidato pendidikan, harus dijelaskan kenapa ada klasifikasi pendidikan, seperti ada TK, SD, SMP, SMA, dan sejenisnya. Hal itu disebabkan klasifikasi menjadi penunjang keberhasilan dalam pendidikan arena mustahil seorang peserta didik untuk langsung belajar langsung ketingkat menengah dan atas jika dia belum bisa memahami tingkat  bawah atau dasar.

Pendidikan itu berjenjang atau seperti anak tangga, setelah menginjak yang paling bawah baru bisa menginjak anak tangga selanjutnya, sampai nanti pada anak tangga yang terakhir.

Walaupun ada dalam cerita seseorang berhasil, terkenal, kaya dan jadi jutawan tanpa belajar, itu jangan dijadikan patokan. Karena itu hanya terjadi secara kebetulan, sebab idelanya betapa banyak orang yang mencapai kesuksesan dengan belajar dan hanya satu dua orang yang berhasil tanpa belajar.

Tujuan Pendidikan

Dalam pidato pendidikan juga harus disinggung tentang apa tujuan dari pendidikan itu. Tujuan dari pendidikan secara umum adalah untuk mengurangi angka kebodohan dan buta huruf yang ada dikalangan usia pelajar. Angka kebodohan dan buta huruf itu sangat banyak di Indonesia khususnya dan dunia umumnya.

Banyak negara-negara yang berkembang telah mampu mengurangi angka kebodohan dan buta huruf, tapi di negara-negara miskin angka itu begitu banyak sekali dan solusi yang ada hanya dengan pendidikan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

Mustahil akan dicapai sebuah tujuan dalam pendidikan jika pendidikan itu hanya dilakukan dengan setengah hati, demi mengejar target apalagi hanya untuk main-main. Dunia pendidikan membutuhkan pendidik yang benar-benar mau dan serius dalam mendidik, juga butuh peserta didik dan materi didikan yang telah terkonsep karena materi didikan menjadi salah satu penunjang dalam keberhasilan.

Selanjutnya, peserta didik itu yang mau di didik dan diajarkan dengan baik, betapapun serius pendidik melakukan didikan, materi yang disampaikan juga sangat baik, tapi jika peserta didik hanya ogah-ogahan, akan sia-sia juga hasilnya dan target yang ingin dicapai akan kurang maksimal.

Dan untuk mencapai keberhasilan dalam dunia pendidikan juga butuh bantuan banyak pihak, baik itu donator, pemerintah, pemerhati dunia pendidikan dan sejenisnya karena dengan kerja sama semua pihak keberhasilan itu akan terasa lebih mudah dicapai. Hal tersebut disebabkan keberhasilan di bidang pendidikan juga menjadi keberhasilan bagi sebuah bangsa dan negara.

Persiapan Lomba Pidato Pendidikan yang Baik

Persiapan Lomba Pidato Pendidikan yang Baik

Anda saat ini sedang mempersiapkan naskah pidato pendidikan untuk sebuah perlombaan? Sudah seberapa jauh persiapan yang Anda lakukan? Atau Anda masih mempersiapkannya? Jika belum ada baiknya Anda melakukan berbagai persiapan jauh-jauh hari sebelum lomba pidato pendidikan dimulai. Persiapan awal yang harus Anda perhatikan adalah kesiapan mental berhadapan dengan pendengar.

Lomba pidato pendidikan yang dilakukan dalam rangka menyambut hari Pendidikan Nasional, merupakan momen yang pas untuk melatih kemampuan berpidato Anda, khususnya pidato pendidikan. Melalui lomba pidato pendidikan, setiap peserta akan berlomba-lomba membuat pidato pendidikan terbaik mereka. Lebih jauh, pidato pendidikan yang diperlombakan tersebut dapat membuka cakrawala dunia pendidikan kita.

Pidato Pendidikan – Persiapan Menyusun Pidato Pendidikan

Sebelum perlombaan dimulai, sebaiknya Anda mempersiapkan diri. Pidato pendidikan bukanlah sembarang pidato. Dalam pidato pendidikan banyak hal-hal berguna yang bisa disampaikan, terkait dengan dunia pendidikan. Pidato pendidikan juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perkembangan bidang pendidikan nasional Indonesia.

Ada beberapa hal yang patut Anda ketahui seputar pidato pendidikan, sebelum Anda mengikuti lomba pidato pendidikan. Anda harus paham, apa yang disebut dengan pidato, apakah hanya sekadar mengucapkan sepatah dua patah kata saja tentang dunia pendidikan? Atau seperti membacakan hasil karya tulis?

Nah, ada baiknya Anda tau dulu apa itu pidato pendidikan. Pidato pendidikan adalah suatu orasi atau ucapan dengan susunan kata yang baik, formal dan sistematis tentang dunia pendidikan, untuk disampaikan kepada orang banyak.

Jika Anda sudah paham apa itu pidato pendidikan, maka Anda tak akan ragu lagi untuk mengikuti lomba pidato pendidikan. Dalam lomba pidato pendidikan sudah tentu Anda memiliki saingan yang tak kalah bagusnya dalam berpidato. Namun, Anda tak perlu khawatir, atau malah mundur dari lomba pidato pendidikan hanya karena tidak percaya diri. Untuk itu, Anda harus melakukan berbagai persiapan untuk menghasilkan sebuah pidato pendidikan yang baik dan berkesan.

Apa saja persiapan yang harus kita lakukan sebelum mengikuti lomba pidato pendidikan? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

Menentukan Tujuan Pidato. Tujuan dalam berpidato pendidikan haruslah jelas, untuk apa Anda berpidato, apakah memberitahu, menghibur atau membujuk. Disamping itu, juga harus merumuskan dengan jelas tujuan khususnya, yaitu tanggapan apa yang diharapkan setelah selesai menyampaikan pidato pendidikan.

Memilih dan Menyampaikan Pokok Persoalan

Kadang-kadang panitia sudah menentukan pokok persoalan pidato pendidikan yang akan dilombakan, tetapi tak jarang peserta juga diberikan kebebasan untuk memilih pokok persoalan dalam berpidato pendidikan. Tetapi harus diingat, walaupun persoalan itu sudah ditentukan atau belum, Anda wajib menyempitkan pokok persoalan ini, untuk disesuaikan dengan kesanggupan Anda, minat, dan waktu yang disediakan untuk menyampaikan pidato pendidikan.

Menganalisis Pendengar dan Suasana

Sebagai peserta lomba pidato pendidikan, Anda harus berusaha mengetahui siapa yang akan menjadi pendengarnya. Jumlah pendengarnya banyak atau sedikit, suasana dalam pidato nanti, apakah pendengar dan juri duduk atau berdiri, pagi atau siang hari, di dalam ruangan atau di luar ruangan, dan sebagainya.Mengumpulkan Bahan.

Sebagai peserta pidato pendidikan, Anda dapat mengumpulkan bahan pidato yang sesuai dengan pokok masalah yang akan disampaikan melalui banyak cara, diantaranya membaca buku, majalah, koran, sumber-sumber pengetahuan lain yang sesuai dengan pokok masalah, berusaha menambah wawasan atau bertanya kepada orang yang lebih tau, mengingat kembali pengalaman pribadi yang relevan.

Membuat Kerangka Pidato Pendidikan

Setelah Anda berhasil mengumpulkan semua bahan-bahan untuk naskah pidato pendidikan Anda, langkah selanjutnya menyusun pokok-pokok yang akan disampaikan menurut urutan yang baik.

Menyampaikan Pidato Pendidikan secara Mendetail

Setelah kerangkan disusun, maka Anda bebas memilih berpidato dengan berbicara bebas dengan sekali-kali melihat kerangka, atau menggarap pidato pendidikan secara lengkap kata demi kata, kemudian dibacakan atau dihafalkan. Jadi, pilihlah gaya berpidato yang benar-benar Anda kuasai.

Pidato Pendidikan – Contoh Naskah Pidato Pendidikan

Pidato Pendidikan – Contoh Naskah Pidato Pendidikan

Ada baiknya sebelum mengikuti lomba pidato pendidikan, Anda membaca atau melihat contoh naskah pidato. Dengan begitu, Anda akan menjadi tau bagaimana sebuah kerangka pidato pendidikan itu dibuat. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa lihat beberapa contoh naskah pidato pendidikan secara singkat berikut.

Contoh Naskah Pidato Pendidikan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt, di mana pada hari ini kita semua masih diberi beberapa kenikmatan, yang sama sekali tidak bisa kita hitung, berapa kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi besar kita Muhammad saw.

Bapak/Ibu guru yang saya hormati

Rekan-rekan seperjuangan yang saya banggakan, dalam kesempatan yang baik ini perkenankan saya untuk berpidato dengan mengambil tema:

“Pendidikan”

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Pendidikan merupakan suatu kewajaran bagi kita semua baik itu pendidikan jasmani, rohani, formal maupun nonformal, di sekolah ataupun di luar sekolah.

Di jaman yang serba modern ini kita dituntut untuk terus berpacu menggal ilmu pengetahuan, kalau kita lengah sedikit saja kita akan tertinggal jauh oleh teman-teman kita yang terus berpacu menggali pengetahuan.

Rekan-rekan seperjuangan yang dimuliakan oleh Allah, kita semua telah sadar dan menyadari betapa pentingnya pendidikan, semenjak kita duduk di bangku sekolah dari TK, SD sampai sekarang kita akan meninggalkan bangku sekolah MTsN ini, banyak sekali ilmu yang kita dapatkan baik itu ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama, dari yang tidak tau kita bisa tau, dari yang tidak mengerti kita bisa mengerti.

Untuk itu, dalam kesempatan yang baik ini perkenankan saya untuk menyampaikan ucapan rasa syukur kehadirat Allah Swt. Dan ucapan terima kasih yang tiada terhingga kepada Bapak dan Ibu Guru di mana beliau tidak ada bosan-bosannya untuk terus menerus mengingatkan kepada kita untuk rajin belajar dan belajar. Dengan dorongan itu Alhamdulillah kini kita memetik hasilnya.

Dengan selalu memohon ampun dan ridho-Nya semoga apa yang kita cita-citakan Allah Swt mengabulkannya. Amin ya Rabbal Alamin.

Kiranya hanya itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangannya.

Wabillahitaufik Walhidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Contoh Naskah Pidato Pendidikan untuk Pelajar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak, ibu guru yang saya hormati dan saya cintai.

Pertama-tama marilah kita ungkapkan rasa syukur terhadap Allah Swt, atas rahmat serta hidayah-Nya yang telah dicurahkan kepada kita semua sehingga pagi yang cerah ini kita bisa berkumpul bersama di dalam aula ini.

Saudara-saudaraku yang saya hormati tujuan saya berdiri disini adalah mengajak para remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan saya juga mengajak pararemaja untuk berbuat perbuatan positif.

Oleh karena itulah pada masa seperti ini peran orang tua dan lingkungan sangatlah mempengaruhi arah hidup mereka selanjutnya jika orang tua gagal menjadikan diskusi yang menarik bagi mereka dan lingkungan tidak mendukungnya dengan hal-hal yang positif, maka dipastikan mereka akan kehilangan arah dalam pencarian jati diri sehingga dapat menyebabkan mereka terjerumus dalam hal-hal yang negatif misalnya, pergaulan bebas, narkoba dan hura-hura.

Oleh karena itu, agama menjadi salah satu kunci yang paling penting dalam mengarahkan pergaulan remaja.

Demikian hal yang saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan berguna untuk para remaja. Namun jangan lupa perbuatan itu juga harus diimbangi dengan keimanan yang kuat sehingga kita bisa lebih kuat untuk menjalankannya, dengan demikian kita dapat mencapai kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat.

Mohon maaf jika ada kekurangan kata.

Wabillahitaufik Walhidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Contoh Pidato Pendidikan dalam Bahasa Inggris

Topic : Education System In Indonesia

Title : Formal Education

Grade : SMP/MTs, SMA/MA/SMK, College/University

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Firstly, I would like to say thank you very much for tha MC and juries who given me opportunity to deliver this English speech.

Ladies and Gentlemen;

It is a great honor for me to stand here and give a brief speech entitled “Formal Education In Indonesia”

Brothers and Sisters;

Education system in our country is divided inti two major parts, they are formal and non-formal. A formal education is devided into three levels: primary, secondary and tertiary education. While non-formal education is carried out for the learners who get difficulties to meet the requuirements in formal education. An example of non-formal education is PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Both formal and non-formal education aim at establishing the education process in our country.

Ladies and Gantlement;

As I have stated previously, formal education involves three levels: primary, secondary and tertiary education. Before entering primary or elementary school, children in our country usually have attended kindergarten, or known as Taman Kanak-Kanak. But this education is not compulsory for Indonesian citizens, as the aim of this is just to prepare them for primary school.

Children ages 7-12 attend primary education at Elementary School or Sekolah Dasar. This level of education is compulsory for all Indonesian citizens. Similar to education system in the U.S and Australia, students must study for six years to complete this level. Some school offer an accelerated learning program, where students who perform well can finish elementary school in five years.

The next level is secondary education. After graduating from elementary school, students attend Middle School or Junior High School (Sekolah Menengah Pertama) for three years from the age of 13-15. After three years of schooling and graduation, students may move on to Senior High School. In Indonesia, this school is basically divided into two kinds: SMA (Sekolah Menengah Atas) and SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). SMA is different with SMK in their studies.

The students of SMK as a vocational school are prepared to be ready to work after finishing their school without going to university/collage. The last level of education in our country is tertiary education. Students who have graduated from senirr high school may attend to university or academy. They can choose any kinds of university or academy based on their interests or scopes of knowledge, for example majoring in English, Mathematics, or teacher training university.

Ladies and Gentlemen;

Brother and Sisters;

I think that’s all my speech. I hope my brief description on the education in our country will be useful for us. Finallly, I would like to say sorry if there are mistakes in my speech words.

Thank you very much for your attention.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Itulah beberapa contoh pidato pendidikan dan cara membuatnya. Semoga bermanfaat!

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya