Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kenali Makanan Dan Minuman Dengan Kandungan Tinggi Glukosa Penyebab Gula Darah Tinggi

Kenali Makanan Dan Minuman Dengan Kandungan Tinggi Glukosa Penyebab Gula Darah Tinggi alat pengontrol gula darah

Penyakit gula darah tinggi atau diabetes mellitus, sepertinya sudah menjadi penyakit langganan banyak orang zaman sekarang. Orang yang terkena penyakit ini, tubuhnya tidak mampu mengontrol jumlah gula darah sederhana (glukosa) yang meningkat secara pesat. Penyebabnya, organ pankreas tidak mampu menyediakan hormon insulin dengan kadar yang dibutuhkan untuk mengatasi lonjakan gula darah.

Kehadiran insulin sangat dibutuhkan oleh pasien dengan keluhan penyakit gula darah. Dengan bantuan insulin, gula yang masuk ke tubuh akan dipindahkan ke sel untuk proses metabolisme. Gula akan diubah menjadi energi atau disisihkan sebagai cadangan energi bagi tubuh saat diperlukan.

Dengan begitu, gula dalam darah tidak sampai meningkat pesat dan mengganggu keseimbangan tubuh. Gula darah akan menurun secara bertahap dengan bantuan insulin.

Lebih bagus lagi kalau seseorang juga mau berolahraga secara teratur. Pasalnya, energi bisa lebih banyak diproduksi dari gula yang masuk ke tubuh, sehingga kadar gula tidak sampai menumpuk.

Dengan rutin berolahraga, orang cenderung terhindar dari penyakit ini. Otot akan lebih banyak memakan energi dari glukosa. Kalau menambah dengan menerapkan gaya hidup banyak gerak, gula darah akan lebih stabil lagi.

Gula darah kadarnya bervariasi sepanjang hari sesuai aktivitas manusia. Setelah makan, gula darah biasanya akan meningkat. Dalam kondisi wajar, gula darah ini segera stabil setelah dua jam dari waktu makan.

Kadar gula dua jam setelah makan berada pada 120 – 140 mg/dL untuk kondisi normal. Kadar gula normal berada pada kisaran 70 – 110 mg/dL darah di pagi hari, pada kondisi berpuasa waktu malam.

Kalau ada peningkatan dari kadar normal ini, seseorang berpeluang mengalami penyakit gula darah. Peningkatan bisa terjadi karena faktor usia maupun terbiasa hidup kurang aktif. Namun, peningkatan yang terjadi pada usia tua sifatnya ringan jika kondisinya normal.

Penyakit gula darah terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan 2. Perbedaan keduanya terletak pada penyebab terjadinya penyakit ini.

Kalau tipe 1, seseorang seumur hidup memerlukan suntikan insulin. Tubuh sama sekali tidak bisa memproduksi insulin karena sel penghasil insulin yang ada dalam pankreas sudah hancur dan tidak berfungsi. Para ilmuwan meyakini, penyebab semua ini adalah faktor lingkungan dan juga genetik.

Sementara itu, pasien dengan tipe 2, tubuhnya masih mampu memproduksi insulin. Hanya saja, efek insulin ditangkal sendiri oleh kekebalan tubuh. Akibatnya, insulin yang dihasilkan tidak punya manfaat optimal dalam menurunkan gula darah.

Penyakit gula darah tipe 2 lebih sering menyerang orang berusia mulai 30 tahun. Namun, saat ini juga banyak ditemukan kasus penyakit gula darah tipe 2 yang dialami usia anak-anak, remaja, hingga dewasa awal.

Gula darah pada tipe ini masih mungkin untuk dikontrol dari makanan yang dikonsumsi. Sangat disarankan untuk makan segala sesuatu yang rendah gula dan kalori agar gula darah tidak meningkat tajam. Sekira 80-90 persen pasien penyakit gula darah tipe 2 memiliki tubuh yang mengalami obesitas atau kegemukan.

Waspada obesitas dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar gula rendah. Sehingga, makanan yang dikonsumsi memiliki resiko yang kecil sebagai penyebab gula darah tinggi.

Kenali Tanda Penyakit Gula Darah

Kenali Tanda Penyakit Gula Darah

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini, sebenarnya bisa diamati tanda-tandanya. Saat kadar gula tinggi, misalnya mencapai  160-180 mg/dL, seseorang akan mengalami rasa haus berlebihan.

Penyebabnya, glukosa yang tidak terpakai akan dibuang melalui urin. Organ ginjal mengencerkannya dengan memberikan bantuan air dari dalam tubuh. Banyaknya air yang mesti digunakan untuk meluruhkan glukosa inilah yang mengakibatkan tubuh merasa haus.

Frekuensi buang air kecil juga menjadi lebih sering. Air seni juga menjadi manis sehingga tidak jarang dihinggapi semut.

Mungkin Anda pernah mendengar orang yang kena penyakit gula darah mengalami penurunan berat badan secara drastis. Penyebabnya masih berkaitan dengan pembuangan glukosa ke urin. Pasalnya, banyak kalori yang dibuang percuma melalui air seni sehingga berat badan mengalami penurunan dengan cepat.

Ini bukan efek diet rendah lemak. Kalau diet yang dilakukan benar, berat badan turunya bertahap. Karena pada orang yang punya kadar gula tinggi cepat kehilangan kalori, dia pun kerap merasakan sangat lapar.

Efek domino masih berlangsung. Kalori yang seketika hilang juga membuat tubuh merasa kelelahan, lesu, atau lemas yang mungkin tidak diduga penyebabnya. Tidak jarang untuk memandang pun terasa kabur, merasa pusing, dan bahkan mual. Pasien penyakit ini juga kurang mampu menjaga daya tahan fisik saat melakukan olahraga.

Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga pola makan dengan benar. Jangan terlalu berlebihan mengonsumsi makanan manis atau yang mengandung karbohidrat tinggi.

Perbaiki cara hidup Anda dengan sering melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh untuk mengontrol gula darah tetap stabil. Kalau perlu, konsumsilah beragam makanan yang bermanfaat untuk menjaga kadar gula agar tidak terkena penyakit ini.

Makanan Penyebab Gula Darah Tinggi

Makanan Penyebab Gula Darah Tinggi

Terdapat beberapa makanan penyebab gula darah tinggi yang sering dijumpai bahkan dikonsumsi setiap hari. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kadar gula yang normal yaitu kurang dari 200 mg/dl (untuk gula darah sewaktu/tanpa puasa) dan kurang dari 126 mg/dl (untuk gula darah puasa).

Porsi makanan yang dikonsumi pun berpengaruh menjadi penyebab gula darah tinggi. Berikut beberapa makanan penyebab gula darah tinggi, yang kami rangkum dari beberapa sumber:

Makanan Dengan Karbohidrat Tinggi

Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi menjadi salah satu makanan penyebab gula darah tinggi. Karbohidrat tinggi bisa dijumpai di makanan yang mengandung biji-biian seperti nasi putih.

Selain nasi, makanan dengan karbohidrat tinggi penyebab gula darah tinggi, ditemukan di roti tawar, biskuit, pasta, makaroni, permen dan lainnya.

Kandungan gula yang sangat tinggi pada makanan tersebut, bisa menjadi pemicu gula darah tinggi apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Makanan Junk Food (Makanan Cepat Saji)

Salah satu contoh makanan junk food yang bisa menjadi penyebab gula darah naik yaitu Pizza. Menurut penelitian jumlah karbohidrat pada satu buah pizza bisa setara dengan 3-5 potongan roti berukuran besar.

Hal serupa bisa ditemukan di burger yang memiliki kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi. Apalagi ditambah dengan toping yang sama-sama memiliki kadar gula yang tinggi.

Daging Merah

Daging merah menjadi salah satu makanan penyebab gula darah tinggi naik apabila memiliki kadar lemak yang tinggi. Sementara daging merah itu merupakan salah satu sumber vitamin hewani yang baik bagi kesehatan.

Lantas daging merah seperti apa yang bisa menjadi penyebab darah gula tinggi? Seperti daging merah asap yang terdapat pada burger, memiliki kadar garam yang tinggi dan bisa menyebabkan diabetes.

Makanan Dengan Lemak Jenuh

Makanan penyebab gula darah tinggi yang memiliki lemak jenuh terdapat dalam susu tinggi lemak, keju olahan, mentega, selai kacang, dan daging yang berlemak.

Sebagai pengganti makanan-makanan yang kurang sehat tersebut, kamu bisa mengonsumsi ikan, tahu, alpukat, dan kacang-kacangan, seperti edamame atau kacang almond.

Buah Kalengan Dan Buah Kering

Buah Kalengan Dan Buah Kering

Buah yang segar tanpa olahan memang memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan, seperti antioksidan, serat dan mineral yang tentunya dibutuhkan oleh tubuh kita.

Akan tetapi, buah kalengan dan buah kering, biasanya mengandung gula tambahan, karena ditambahkan sirup atau pemanis yang dicampurkan kedalam buah-buahan tersebut.

Tentu, sirup dan pemanis atau yang sejenis lainnya bisa menjadi pemicu gula darah tinggi dan diabetes.

Yogurt Aneka Rasa

Yogurt aneka rasa biasanya memiliki kadar karbohidrat dan gula tinggi, dan bisa menjadi penyebab gula darah tinggi.

Menurut penelitian, 1 cangkir (245 gram) porsi yogurt rasa buah kemungkinan bisa mengandung hampir 31 gram gula, yang berarti hampir 61 persen kalorinya berasal dari gula.

Sayuran Berpati

Banyak yang salah kaprah mengenai sayuran berpati dan bahkan banyak menghindari sayuran berpati ini. Padahal dengan porsi yang cukup, sayuran ini baik untuk kesehatan. Contoh sayuran berpati (bertepung) diantaranya: Contohnya, kentang, jagung, dan kacang polong.

Yang perlu diwaspadai yaitu ketika mengkonsumsi sayuran berpati ini dalam porsi yang cukup banyak.

Makanan Ringan Pada Kemasan

Hampir sebagian besar makanan ringan dalam kemasan memliki rasa gurih, dan manis yang berlebihan. Bahkan karena saking mudahnya dikonsumsi, makanan ringan pada kemasan bisa menghasilkan kadar gula yang cukup tinggi.

Sebaiknya hindari makanan ringan pada kemasan, atau cukup mengkonsumsinya 1-2 kali dalam seminggu.

Oatmeal Instan

Menurut penelitian oatmeal instan memiliki kadar tambahan gula yang tidak baik untuk kesehatan. Sementara oatmeal biasa memiliki peran yang cukup baik untuk menjaga kadar gula darah.

Apabila oatmeal menjadi salah satu pilihan ketika sarapan, sebaiknya jangan memilih oatmeal yang memiliki label “quick cooking”.

Minuman Penyebab Gula Darah Tinggi

Selain beberapa makanan penyebab gula darah tinggi yang telah disebutkan diatas, ternyata minuman pun bisa menjadi penyebab gula darah tinggi atau pemicu diabetes. Berikut ulasannya.

Soft Drink (Minuman Ringan)

Minuman kaleng ringan biasanya terdapat kurang lebih 30 gram atau sama dengan 9 sendok teh gula. Jumlah tersebut tentu sangat tidak baik dan bisa menjadi pemicu diabetes.

Menurut sebuah penelitian, bahwa resiko diabetes melitus meningkat sebanyak 26% ditemukan pada orang yang mengkonsumsi 1-2  minuman ringan setiap hari.

Minuman Dengan Pemanis Tambahan

Es teh manis dan jus buah menjadi salah satu contoh minuman dengan pemanis tambahan yang bisa menyebabkan gula darah tinggi.

Kadar gula yang terdapat pada minuman tersebut tentunya memiliki kadar gula yang tinggi.

Kopi Aneka Rasa

Siapa sih yang tidak suka dengan kopi? Apalagi kopi dengan aneka rasa, yang begitu banyak disekitar kita. Mungkin sekarang ini, kopi bisa dijadikan sebagai pengontrol dan penurunan resiko diabetes.

Akan tetapi, sarat karbohidrat pada kopi aneka rasa bisa menjadi penyebab gula darah tinggi.

Jus Buah

Seperti yang telah diuraikan diatas, walapun jus buah tanpa pemanis tambahan pun tetap memiliki resiko penyebab gula darah tinggi.

Menurut penelitian, ada sebagian kasus, dimana jus buah memiliki kadar karbohidrat dan gula yang lebih tinggi daripada soda.

Susu nonhewani

Produk susu yang bukan berasal dari hewan bisa meningkatkan kadar gula menjadi tinggi. Harvard Medical School menunjukkan susu oat dan rice milk misalnya, memiliki skor indeks glikemik 86 persen. Skor di atas 70, tergolong tinggi dalam meningkatkan glukosa darah.

Makanan Untuk Mengontrol Penyakit Gula Darah

Makanan Untuk Mengontrol Penyakit Gula Darah

Pasien penyakit gula darah kebanyakan mengalami penyakit gula darah tipe 2. Artinya, mereka masih punya kesempatan memiliki gula darah normal asalkan mau menjaga diri. Hal yang paling penting untuk selalu dilakukan adalah menjaga menu makanan yang rendah gula. Di samping itu, sebagai pelengkap untuk membantu menormalkan gula darah, bisa pula mengonsumsi makanan yang punya khasiat seperti itu.

Sebenarnya banyak makanan alami yang diyakini membantu seseorang terhindar dari penyakit ini. Makanan tersebut bereaksi dalam tubuh untuk menurunkan gula darah. Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang bermanfaat bagi pasien penyakit ini.

  • Gandum – Makanan yang terbuat dari bahan ini mempunyai serat dan karbohidrat kompleks yang membuat kadar gula stabil. Karbohidrat jenis ini lebih lambat diserap sehingga memberikan energi secara bertahap dan tidak berlebihan. Cadangan gula tidak dibuang percuma lewat urin.
  • Apel – Dalam buah apel terdapat zat pektin yang berfungsi menurunkan kebutuhan tubuh terhadap insulin. Sebuah studi menyatakan, seseorang lebih mungkin terhindar dari penyakit gula darah tipe 2 dengan memakan satu apel dalam sehari.
  • Kacang – Kacang mempunyai serat larut yang berguna unuk menyimpan gula sehabis makan. Dengan begitu, kacang mampu menjaga kenormalan gula dalam darah.
  • Kayu manis – Bahan yang sering ditambahkan pada adonan roti atau minuman ini punya zat yang bisa meniru kerja insulin. Nama zat itu adalah MHCP (Methylhydroxy-Chalcone Polimer). MHCP mempunyai kemampuan untuk bekerja bersama dengan insulin dalam mengatasi kenaikan gula darah.
  • Ikan – Makanan sehat ini mempunyai kandungan asam lemak omega-3. Selain baik untuk menjaga kesehatan jantung, omega-3 juga meningkatkan resistensi insulin. Pasien penyakit gula darah bisa mengonsumsi salmon, tuna, dan ikan lainnya untuk mendapatkan manfaat zat ini.
  • Cabai – Di balik rasanya yang pedas, cabai memiliki karotenoid yang berguna dalam pningkatan regulasi insulin. Demikian menurut penelitian yang termuat dalam Journal of Clinical Nutrition.
  • Brokoli – Sayuran yang tinggi antioksidan ini memiliki mineral kromium yang berperan mengatur konsentrasi insulin dalam mengatur gula darah. Hanya saja, jangan sampai memasak brokoli terlalu lama. Mengukusnya selama 1-2 menit sudah cukup agar nutrisinya tidak hilang. Kalau memang suka, bisa juga dimakan mentah.
  • Bawang putih – Bumbu dapur ini memiliki zat APDS (Alil Propil Disulfida) dan Diallyldisul-Phide Oksida (Allicin). Dengan bantuan tambahan flavanoid atau vitamin B1, secara efektif bawang putih merangsang kerja pankreas untuk memproduksi insulin.
  • Kedelai – Kedelai mempunyai serat dan protein yang berfungsi menurunkan ekskresi urin. Ini membantu bagi pasien penyakit gula darah.
  • Pengganti Gula Alami – Agar tidak was-was ketika mengkonsmsi gula, maka sebaiknya gunakan pengganti gula alami seperti Thermolyte Sweetener. Produk ini merupakan pengganti gula alami yang memiliki kandungan sukralosa, sorbitol, dan maltodextrin, sehingga menurunkan resiko diabates.

Mulai dari sekarang, sebaiknya perhatikan benar-benar gaya hidup Anda untuk mencegah penyakit ini. Jangan mengira bahwa penyakit ini datang secara mendadak. Justru, kemunculannya sering tidak diduga dari akumulasi kebiasaan hidup yang salah.

Kalau sudah terkena penyakit ini, akibatnya bisa menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya kerusakan ginjal atau masalah pembuluh darah. Oleh karena itu, cintailah tubuh Anda dengan memeriksakan kadar gula dan mengurangi asupan gula berlebihan. Anda pun akan terlindar dari risiko penyakit gula darah.

Alat Pengontrol Gula Darah

Kenali Makanan Dan Minuman Dengan Kandungan Tinggi Glukosa Penyebab Gula Darah Tinggi alat pengontrol gula darah

Di dalam mengontrol kadar gula darah diabetes, penderita diabetes bisa melakukannya secara mandiri. Jadi si penderita tidak perlu harus berulangkali ke klinik dokter atau ke laboratorium rumah sakit hanya untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Dia bisa menggunakan alat tes gula darah diabetes,  yang banyak digunakan oleh para penderita diabetes. Alat tes gula darah yang biasa disebut glukose meter ini banyak digunakan oleh para penderita diabetes secara manual.

Sebenarnya ada dua cara pengetesan kadar gula darah diabetes:

1. Dengan pergi ke laboratorium untuk mengecek kadar gula darah

2. Menggunakan alat  tes gula darah yang bisa Anda beli di apotek  atau toko alat kesehatan

Pilihan yang kedua di atas sepertinya lebih baik, karena lebih praktis dan tidak menyita banyak waktu serta lebih mudah untuk dilakukan oleh penderita diabetes yang juga mungkin punya kesibukan lain.

Cara Kerja Alat Tes Gula Darah

Cara kerja alat tes kadar gula darah ini sangat simple. Anda cukup meneteskan beberapa tetes sample darah pada strip sekali pakai. Strip ini lalu dimasukkan kedalam alat. Strip ini sebelumnya sudah dilapisi terlebih dulu dengan beberapa bahan kimia khusus. Bahan kimia tersebut antara lain adalah dehydrogenase, hexokinase dan glucose oxidose. Bahan kimia ini kemudian bercampur dengan tetesan contoh darah buat sample tadi. Lalu dites menggunakan alat tes gula darah. Sejumlah alat tes yang sama namun beda merk juga mampu mengetes kadar elektris yang ada di dalam darah.

Memilih Alat Tes Gula Darah

Di pasaran sekarang ini terdapat sejumlah alat tes gula darah. Walaupun semunya memiliki fungsi yang sama, namun tetap ada perbedaan dalam sejumlah hal yaitu:

  • Banyaknya darah yang dibutuhkan untuk tes
  • Kecepatan yang dimiliki oleh alat tes dalam melakukan pengukuran
  • Kemampuan alat tes di dalam menyimpan data hasil tes gula darah
  • Ukuran dan berapa harga alat tersebut
  • Harga strip yang dipakai untuk alat tes

Anda bisa menanyakan semua hal di atas kepada si penjual, sebelum Anda memutuskan merogoh kantong Anda untuk membelinya.

Tips Membeli Alat Tes Gula Darah

Masing-masing alat tes yang dijual di pasaran tak terlalu berbeda jauh. Yang harus jadi bahan pertimbangan Anda adalah rentang pengukuran si gula darah diabetes yang dapat dilakukan oleh alat tersebut. Karena ada beberapa alat tes gula darah yang bisa membaca dari rentang 0 sampai 600mg. Jangan lupa untuk melakukan pegetesan ulang apapun hasil tes gula darahnya.

Kunjungi https://solusi-diabetesku.com untuk mendapatkan informasi terkait diabetes, gula darah. Selain itu juga, terdapat beberapa produk yang cocok untuk penderita diabetes.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya