Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Levelisasi Pendidikan Yang Baik Dan Keterlibatan Orang Tua

Levelisasi Pendidikan Yang Baik Dan Keterlibatan Orang Tua

Hak anak-anak kita yang paling utama adalah pendidikan. Pendidikan yang baik dimulai dari dini bahkan semenjak mereka berada di dalam kandungan ibunya. Kesadaran bahwa anak-anak akan menjadi seseorang di kemudian hari membuat para orang tua sangat memperhatikan aspek ini.

Namun, sangat disayangkan jika pendidikan yang baik tidak bisa diakses oleh seluruh anak secara merata. Masih kita liat kesenjangan antara orang kaya dan miskin dalam hal ini. Beberapa orang tua menganggap bahwa pendidikan adalah hal yang mahal dan tidak begitu penting. Biasanya mereka adalah orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan.

Hal ini sangat wajar, mengingat bahkan memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan saja sudah kewalahan, apalagi memenuhi kewajiban mendidik anak-anak secara formal.

Keterlibatan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak

Levelisasi Pendidikan Yang Baik Dan Keterlibatan Orang Tua -2

Pendidikan sejatinya bukan hanya sesederhana pergi ke sekolah. Keluarga adalah lembaga pertama yang dilalui seorang anak dalm menempuh pendidikannya. Selain itu, anak-anak juga dapat menempuh pendidikan informal di luar sekolah seperti di tempat kursus atau di pusat-pusat keagamaan.

Patut disadari bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal saja. Namun, lebih dari itu mereka juga mesti terekspos dengan keterampilan lain guna membawa mereka ke kehidupan yang layak di suatu hari nanti.

Pendidikan yang baik dimulai dari dalam keluarga inti. Di lembaga kecil ini, anak-anak dapat mempelajari banyak hal. Salah satu yang paling utama anak-anak dapat belajar tentang nila-nilai kehidupan. Nila-nilai ini terbagi dalam banyak kategori. Misalnya, nilai moral, etika, norma agama, atau norma susila.

Anak-anak secara otomatis akan meniru gerak gerik orang tuanya sebagai proses identifikasi awal. Kemudian mereka akan belajar bersosialisasi dengan orang tua dan saudara-saudara mereka. Apabila pada level ini anak-anak mampu menempuhnya dengan baik, bisa dikatakan anak-anak akan terjamin kehidupan sosialnya di masa depan.

Setelah dari keluarga inti, mereka akan mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan yang lebih besar, yakni keluarga besar. Kehidupan sosial mereka akan berlanjut dengan mencoba bergaul dengan tetangga.

Dari sini dapat kita lihat bahwa penting sekali memfilter di mana kita memilih untuk bertempat tinggal. Jika suatu saat anak Anda menemukan atau melihat adanya ketidakseimbangan atau masalah, Anda sebagai orang tua harus siap sedia menjelaskan kepada anak-anak tentang perkara tersebut.

Kita tidak bisa mengharapkan orang-orang di lingkungan kita untuk secara otomatis nihil masalah. Hal itu akan menjadi sangat egois. Namun, itulah bagian dari kehidupan bermasyarakat, maka peran orang tua sebagai pendamping sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita. Sesuaikan dengan umur mereka ragam penjelasan dan bahasa Anda supaya lebih mudah dimengerti.

Secara formal, pendidikan kemudian akan dilanjutkan ke jenjang sekolah. Di Indonesia pemerintah kita mengadakan program wajib belajar selama dua belas tahun. Jenjang persekolahan ini dimulai dari pendidikan dasar selama enam tahun yang dimulai dari usia tujuh tahun.

Kemudian, akan dilanjutkan ke level sekolah lanjutan pertama selama tiga tahun. Yang terakhir, sekolah lanjutan atas yang terdiri dari sekolah umum dan sekolah kejuruan selama tiga tahun.

Pendidikan yang baik tidak selamanya pendidikan yang berbiaya mahal. Pendidikan yang layak dan tepat adalah yang paling benar. Sesuaikan usia dan materi.

Peran Guru Dalam Pendidikan Yang Baik

Levelisasi Pendidikan Yang Baik Dan Keterlibatan Orang Tua -3

Selain itu, guru yang professional dan sensitif sangat diutamakan demi mencapai hasil belajar yang maksmimal. Guru harus peka dengan perbedaan latar belakang murid-muridnya.

Perbedaan tersebut bukan hanya mengenai perbedaan secara materi, namun banyak lainnya. Perbedaan-perbedaan tersebut seperti perbedaan jenis intelejensia, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan gaya hidup.

Komunikasi antara orang tua dan murid adalah hal yang utama dan terutama. Jangan sampai ada miskomunikasi yang berakibat buruk bagi anak. Orang tua harus secara terbuka membicarakan anaknya dan menerima kritik dengan kepala dingin.

Sementara guru juga harus secara sabar melayani pertanyaan orang tua yang peduli dengan anaknya, selama itu masih berhubungan dengan pelajaran dan kegiatan anak selama di sekolah. Rasa percaya terhadap institusi sekolah juga merupakan modal penting dalam mendidik anak-anak Anda.

Melibatkan anak-anak Anda dengan kegiatan keagamaan di pusat-pusat agama akan membantu Anda mendidik anak dari aspek keagamaan. Pemahaman tentang agama dari usia dini akan membantu anak Anda bertumbuh kembang menjadi pribadi yang penuh tata karma dan kekuatan iman.

Hal ini juga dapat membantunya bersosialisasi dan memahami arti kehidupan beragama. Jika ini dilakukan secara benar, maka anak tidak akan mencari cari tentang agama di tempat yang tidak bisa kita control di kemudian hari.

Perilaku fanatisme yang ekstrim berdasarkan agama akan bisa diatur dan dikontrol dengan seksama. Bekerja sama dengan guru dan pengasuh bidang agama anak-anak dapat membantu Anda melacak dan mengenali sikap dan reaksinya terhadap doktrin keagamaan. Maka, Anda akan senantiasa paham terhadap karakter anak-anak Anda.

Pendidikan yang baik sejatinya sensitif dengan kebutuhan anak tentang prinsip berketuhanan. Jika anak belajar di sekolah umum, sudah barang tentu porsi belajar agamanya tidak besar. Ditambah lagi jika anak kebetulan bersekolah di sekolah yang berbeda prinsip beragamanya.

Levelisasi Pendidikan Yang Baik Dan Keterlibatan Orang Tua -4

Pendidikan agama yang baik akan mengajarkan anak Anda toleransi terhadap sesamanya yang berbeda. Perkembangan karakter pun akan menjadi kuat yang berpondasikan agama.

Pengenalan semenjak dini ini akan membantu anak Anda membedakan yang baik dan benar secara lebih adil dan mempunyai cara pandang yang lebih cerdas terhadap hal yang bernama fanatisme.

Secara keseluruhan dapat kita simpulkan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dilakukan stase demi stase yang dimulai dari ekspos terhadap pengetahuan yang dilakukan oleh orang tua. Levelisasi ini kemudian paralel dengan perkembangan kehidupan sosial kemasyarakatan anak menuju dewasanya.

Ini bukan sesuatu yang sulit, namun dapat kita saksikan banyak kegagalan yang menjerumuskan anak-anak Anda menjadi orang yang tidak kuat secara kepribadian dikarenakan pendidikan yang tidak dmulai dari awal mereka mengenal dunia. Keseimbangan ini akan membentuk pribadi anak yang kuat.

Patut disayangkan di era yang modern ini masih banyak orang tua yang mengganggap jika pendidikan adalah sesuatu yang tidak begitu penting dan mendesak. Di sisi lain banyak juga yang menganggap pendidikan sekedar mendapatkan ijazah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Tentunya hal ini dapat dihindari jika orang tua sendiri secara dewasa sadar akan makna pendidikan yang benar dan baik tersebut secara mendalam. Pendidikan bukan hanya di bangku sekolah, namun juga bisa berasal dari kehidupan di sekitar kita.

Pendidikan yang baik juga tentang nilai yang bukan ditentukan oleh angka belaka. Dukungan dari orang tua terhadap institusi pendidikan juga sangat penting. Anak-anak Anda tak serta merta diserahkan penuh-penuh kepada guru untuk dididik. Suka tidak suka, Anda juga harus bisa belajar dan tidak malu untuk membuka diri terhadap pola pikir dan buah pikiran mereka yang independen.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya