Macam-Macam Perasaan Fisiologis dan Psikologis

Perasaan Fisiologis dan Psikologis. Macam-macam perasaan alami dirasakan setiap orang. Perasaan merupakan sesuatu yang bisa dirasakan baik secara fisik maupun psikologi akibat suatu keadaan tertentu. Jadi, secara umum perasaan itu ada yang bersifat psikologis atau kejiwaan dan bersifat fisiologis atau fisik.

Untuk membedakannya, bisa dilihat dari 2 pernyataan berikut. Pernyataan pertama adalah “lagu itu benar-benar enak didengar” dan pernyataan kedua yaitu “makanan ini rasanya sangat enak”.

Dari dua pernyataan tersebut, terdapat kata “enak” yang walaupun sama namun memiliki makna yang berbeda. pernyataan pertama menunjukkan rasa psikologis atau kejiwaan karena rasa enak itu tidak diketahui dimana letaknya, kita hanya merasakannya saja.

Sedangkan pada pernyataan kedua, rasa enak tersebut letaknya sangat jelas yaitu pada indra perasa atau lidah yang merasakan enaknya makanan tersebut.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pernyataan pertama merupakan perasaan yang bersifat psikologis (kejiwaan), sedangkan pernyataan kedua merupakan perasaan yang bersifat fisiologis (fisik).

Di dalam kehidupan sehari-hari, terdapat jenis perasaan yang berkembang dari perasaan psikologis dan fisiologis. Sebelum membahas hal ini, akan dijelaskan terlebih dahulu mEngenai ciri-ciri dari perasaan.

Ciri-Ciri Perasaan Fisiologis dan Psikologis

1. Bersifat Subyektif

Besifat subyektif disini artinya, penilaian perasaan antara satu orang dengan orang lainnya tidak bisa disamakan. Contohnya saja seperti rasa makanan. Si A bisa saja mengatakan bahwa makanan yang dimakannya enak, namun si B belum tentu demikian.

Contoh lain juga bisa terlihat pada rasa takut. Ada orang yang takut apabila melihat ular, namun belum tentu bagi orang lain, ada orang yang biasa saja melihat ular, bahkan ada yang menjadikannya hewan peliharaannya.

Sehingga dari contoh tersebut, bisa dikatakan bahwa perasaan merupakan sesuatu yang berbeda-beda penilainnya antara orang yang satu dengan orang yang lain, dan tidak bisa dipaksakan.

2. Mudah Berubah

Perubahan perasaan ini bisa berubah sesuai dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh, seseorang bisa merasa bahagia saat mendapat uang sebanyak 1 juta rupiah. Namun besok ia belum tentu bahagia.

Hal ini bisa dikarenakan keadaan atau rasa bosan sehingga perasaan itu pun mudah berubah. Perubahan perasaan itu ada yang bersifat semakin hari semakin tidak suka, dan ada yang bersifat semakin hari semakin mendalam.

Contoh uang 1 juta tadi merupakan contoh perubahan perasaan yang semakin hari semakin tidak suka, sedangkan perubahan yang bersifat semakin mendalam bisa dilihat dari rasa cinta.

Semakin lama sepasang kekasih bersama, biasanya akan lebih menciptakan perasaan yang semakin mendalam. Tidak berdiri sendiri, merupakan salah satu ciri lain dari perasaan. Maksudnya disini adalah perasaan tidak bisa muncul dengan sendirinya tanpa adanya rangsangan atau respon dari indra lain.

Indra itu bisa berupa panca indra, pikiran, hati, dan sebagainya. Misalnya saja ketika kita merasakan sakit saat tertusuk jarum, perasaan sakit tersebut tidak muncul dengan sendirinya, namun perasaan tersebut muncuk karena indra perasa (kulit) kita memberikan respon atau rangsangan rasa sakit tersebut. Atau contoh lain dalam hal perasaan kejiwaan.

Seseorang akan merasa bahagis karena sebelumnya ia juga berfikir terlebih dahulu untuk menciptakan rasa bahagia tersebut sehingga perasaan bahagia itu muncul karena berpikir terlebih dahulu.

3. Mengandung Penilaian

Perasaan biasanya akan muncul karena adanya penilaian dengan membandingkan beberapa hal yang pernah dirasakan. Misalnya saja seseorang tersebt pernah mengunjungi berbagai tempat wisata.

Maka, ketika mengunjungi suatu tempat wisata lainnya, orang tersebut akan membandingkannya dengan tempat-tempat yang telah dikunjungi sebelumnya sehingga muncul penilaian tempat mana yang paling menyenangkan atau tempat mana yang paling indah.

Namun penilaian ini juga masih bersifat subjektif karena berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Pantai sanur dianggap seseorang lebih indah daripada pantai parangtritis, namun belum tentu bagi orang lain.

4. Bekerja Berdasarkan Prinsip Kesenangan.

Hal ini menunjukkan bahwa perasaan tidak mempedulikan hal tersebut lebih baik atau lebih buruk, namun hanya berdasarkan kecondongan hal-hal yang lebih disukai saja. Misalnya saja seseorang lebih suka olahraga ekstrim dibandingkan dengan olahraga biasa seperti sepakbola dan sebagainya.

Secara penilaian, olahraga ekstrim merupakan sesuatu yang dianggap buruk karena berbahaya, namun orang yang menyukai olahraga ekstrim tersebut tidak akan mempedulikan hal buruknya karena baginya adalah ia senang jika bisa melakukan olahraga ekstrim.

Klasifikasi Berbagai Macam Perasaan Fisiologis dan Psikologis

Menurut Max Scherer, ada 4 macam tingkatan perasaan baik yang menyangkut perasaan psikologis maupun perasaan fisiologis yang dipaparkannya secara jelas seperti berikut ini:

a. Perasaan Tingkat Sensatis

Perasaan tingkat sensatis merupakan perasaan yang berhubungan dengan respon atau tanggapan dari fisiologis. Contohnya seperti rasa sakit ketika dipukul yang merupakan perasaan yang muncul karena adanya rangsangan dari indra perasa yaitu kulit. Contoh lain yaitu rasa harum karena aroma parfum yang dirasakan oleh indra pencium yaitu hidung.

b. Perasaan Kehidupan Vital

Perasaan kehidupan vital hampir sama dengan perasaan tingkat sensatis yaitu perasaan yang dirasakan oleh fisik (fisiologis). Namun perbedannya adalah, jika perasaan tingkat sensatis hanya dirasakan oleh bagian tubuh tertentu saja, perasaan kehidupan vital ini dirasakan pada keseluruhan keadaan jasmana atau fisiologi.

Contohnya adalah rasa lelah yang dirasakan saat kita habis berolahraga. Rasa lelah merupakan perasaan yang dimuculkan oleh fisik, namun rasa ini dirasakan oleh tubuh secara keseluruhan dan bukan pada bagian tertentu saja. Atau contoh lain yaitu rasa segar setelah mandi yang juga dirasakan oleh keseluruhan jasmani atau tubuh.

c. Perasaan Kejiwaan

Perasaan kejiwaan merupakan perasaan yang muncul bukan dari respon fisiologis melainkan bersifat psikologis atau kejiwaan. Contohnya adalah rasa gembira saat mendapatkan nilai 100, rasa takut saat melihat hantu dan berbagai macam perasaan lainnya yang berhubungan dengan kejiwaan dimana perasaan ini tidak bisa dikatakan letaknya dimana.

d. Perasaan Kepribadian

Perasaan kepribadian ini merupakan perasaan yang hampir sama dengan perasaan kejiwaan, namun perasaan kepribadian ini berhubungan dengan keseluruhan pribadi.

Contohnya adalah perasaan puas ketikara sudah membeli mobil dimana perasaan ini dirasakan oleh pribadi secra keseluruhan. Atau contoh lain yaitu perasaan putus asa ketika mengalami kegagalan dalam usaha.

Jenis-Jenis Perasaan Fisiologis

Selain jenis-jenis perasaan seperti yang udah sdipaparkan di atas ada pandangan lain dari Kohntamm yang mengklasifikasikan jenis-jenis perasaan secara fisiologis yaitu sebagai berikut:

a. Perasaan Keindahan

Perasaan keindahan merupakan perasaan yang berhubungan dengan alat-alat indra ataupun perasaan yang berhubungan dengan fisiologis. Contohnya adalah rasa asin, manis, asam atau pahit yang dirasakan oleh indra pengecap (lidah). Contoh lain yaitu rasa lapar dan haus dimana perasaan ini juga berhubungan dengan jasmani atau fisiologis.

b. Perasaan Kejiwaan

Perasaan kejiwaan merupakan perasaan yang tidak bisa dikatakan secara jelas letaknya an berhubungan dengan psikologis atau kejiwaan. Perasaan kejiwaan ini dabagi lagi menjadi

c. Perasaan Intelektual

Perasaan intelektual merupakan perasaan yang muncul dan berhubungan dengan pemikiran serta tingkat intelektual seseorang. Perasaan intelektual ini bisa juga dikatakan sebagai perasaan yang berhubungan dengan ilmu.

Sebagai contoh, seseorang bisa merasa sangat puas jika bisa mengerjakan soal matematika yang cukup sulit atau seseorang akan merasa puas jika bisa menemukan teori baru terhadap suatu ilmu pengetahuan

d. Perasaan Keindahan

Perasaan keindahan merupakan perasaan yang berhubungan dengan segala sesuatu yang indah atau jelek. Perasaan ini jelas berhubungan dengan penilaian seseorang terhadap suatu hal. Misal, bunga anggrek dikatakan lebih indah dibandingkan dengan bunga melati.

e. Perasaan Kesusilaan

Perasaan kesusilaan merupakan perasaan yang berhubungan dengan norma atau hal-hal yang dikatakan baik maupun hal-hal yang dikatakan buruk. Misalnya saja seseorang yang pergi ke tempat dugem, secara norma hal tersebut adalah hal yang buruk sehingga perasaan yang muncul akan bersifat negatif.

Berbeda dengan seseorang yang pergi ke mesjid dimana secara norma hal tersebut adalah baik, sehingga perasaan pun akan menjadi positif dan membuat hatinya menjadi tenang.

f. Perasaan Kemasyarakatan

Perasaan kemasyarakatan merupakan perasaan yang berhubungan dan muncul akibat adanya hubungan dengan orang lain. Misalnya perasaan cinta yang mucul akibat adanya hubungan dengan orang lain.

Atau perasaan benci yang muncul karena ketidaksukaan seseorang terhadap sifat orang lain yang tentunya ras benci itu muncul karena adanya hubungan antara orang-orang tersebut.

g. Perasaan Harga Diri

Perasaan harga diri merupakan perasaan yang berhubungan dengan harga diri seseorang atau perasaan yang muncul karena penghargaan terhadap dirinya sendiri.

Contohnya adalah seseorang yang memiliki perasaan cemas ketika menghadapi suatu hal karena orang tersebut menganggap bahwa dirinya tidak mampu melakukan hal-hal tertentu. Artinya, penghargaan terhadap dirinya sendiri bisa dikatakan kurang karena merasa tidak mampu.

h. Perasaan Ketuhanan (Keagamaan)

Perasaan ketuhanan ini akan memunculkan perasaan sempurna sehingga orang tersebut akan bersifat lebih baik. Perasaan ketuhanan ini berhubungan juga dengan kepercayaan.

Contohnya saja seseorang yang percaya adanya tuhan tentunya akan menjalankan berbagai macam ibadah dimana hal tersebut merupakan sesuatu yang baik.

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.