Memaksimalkan Pemanfaatan Pekarangan Rumah

Pemanfaatan pekarangan rumah. Bagaimana kriteria rumah idaman Anda? Apakah harus serba mewah atau cukup memberi kenyamanan? Dari kriteria rumah yang Anda pilih, manakah kriteria yang akan Anda gunakan jika Anda memiliki lahan pekarangan di sekitar rumah tersebut. Apakah terlintas di pikiran Anda tentang pemanfaatan pekarangan rumah atau pekarangan hanya digunakan sebagai lahan kosong yang diisi oleh tanaman hias?

Anda bingung dengan pekarangan yang Anda miliki? Yuk, simak bagaimana cara memanfaatkan pekarangan rumah berikut ini.

Pemanfaatan Pekarangan Rumah

Memaksimalkan Pemanfaatan Pekarangan Rumah -3

Pekarangan merupakan bidang tanah yang berada di sekitar rumah. Pekarangan sering disebut sebagai halaman atau kebun. Pekarangan biasanya dipergunakan sebagai tempat untuk berbagai kegiatan pemiliki rumah, seperti tempat bermain anak, tempat menjemur baju, tempat parkir kendaraaan pribadi (garasi), atau dipergunakan untuk memelihara tanaman hias.

Namun, selain hal–hal tersebut Anda dapat melakukan pemanfaatan pekarangan rumah secara maksimal untuk dijadikan salah satu sumber penghasilan keluarga. Menurut hasil penelitian dari Yogyakarta, menyebutkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah dapat membantu memberikan masukan pendapatan keluarga sebesar 7%-45%.

Jika Anda dapat menghasilkan pendapatan sebesar itu lantas bagaimana cara memaksimalkan pekarangan rumah Anda? Sebaiknya, Anda memahami dengan baik bahwa pekarangan memiliki beberapa zona dan menentukan zona yang cocok untuk kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah Anda.

Zona pekarangan dibagi menjadi tiga, yaitu pekarangan depan (buruan) yang biasanya digunakan tempat bermain anak, meletakkan tanaman hias, tempat menjemur hasil panen pertanian, bangku taman, tiang bendera, dan menanam pohon buah.

Selanjutnya, ada pekarangan samping (pipir) yang biasanya dipergunakan untuk menjemur pakaian, sumur, dan kamar mandi, lahan untuk tanaman obat, ditanami pohon penghasil kayu bakar, atau ditanami tanaman pangan, sedangkan yang terakhir adalah pekarangan belakang (kebon) yang bisa dipergunakan untuk kandang ternak, lahan TOGA (Tanaman Obat keluarGA), atau tanaman industri.

Dari zona pekarangan tersebut, Anda dapat memilih untuk memanfaatkan pekarangan yang Anda miliki sesuka Anda. Namun, jika Anda memiliki keinginan untuk memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah yang Anda miliki, ada baiknya untuk menanam tanaman pangan seperti umbi–umbian, sayuran, buah–buahan atau tanaman bumbu dan obat.

Penanaman tanaman pangan tersebut akan mengurangi jumlah pengeluaran Anda dalam membeli bahan pangan di pasar atau swalayan. Selain itu, Anda dapat menanam tanaman hias yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, seperti budidaya tanaman anggrek. Sekadar ilustrasi, lahan yang diperlukan untuk budidaya anggrek tidaklah terlalu luas.

Pemanfaatan Pekarangan Untuk Tanaman Hias

Memaksimalkan Pemanfaatan Pekarangan Rumah -2

Anda dapat mencoba memelihara 20 bunga anggrek yang pemeliharaannya tidak terlalu sulit. Misalnya, Anda dapat memilih anggrek bulan. Anda pun cukup merawatnya dengan menyiram anggrek setiap pagi, biasanya dengan air leri (air bekas cucian beras) dan penambahan sisa kulit wortel di atas media tanamnya.

Saat anggrek–anggrek tersebut mulai berbunga, Anda dapat mencari rekanan untuk jasa penyewaan anggrek. Memangnya, ada yang mau menyewa? Biasanya bank–bank atau kantor–kantor akan tertarik dengan jasa penyewaan bunga tersebut. Tanaman ini cocok berada di dalam ruangan karena hanya memerlukan sedikit cahaya saja. Besarnya biaya sewa bisa anda tentukan sendiri.

Biasanya, harga sewa berkisar mulai 25 ribu rupiah per pot untuk waktu satu bulan (bunga anggrek dapat bertahan sampai empat minggu dengan perawatan yang benar). Bunga dari anggrek bulan tersebut memiliki bentuk khas yang elegan dan indah dipandang. Sehingga cocok untuk dijadikan dekorasi ruangan.

Dari hasil sewa anggrek Anda bisa mendapat penghasilan katakanlah 20 pot dikalikan biaya sewa 25 ribu per bulan untuk masing–masing pot sehingga Anda mendapat 500 ribu untuk menyewakan bunga–bunga tersebut. Hasil yang lumayan bukan?

Jangan lupa untuk memberikan servis pelayanan kepada para penyewa dengan merawat dan menyirami sendiri anggrek yang Anda sewakan tersebut. Tak perlu sering–sering. Cukup dua kali seminggu untuk melakukan penyiraman rutin.

Memanfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Sayuran

Memaksimalkan Pemanfaatan Pekarangan Rumah -4

 

Apakah Anda ingin memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam buah–buahan atau sayur–sayuran? Tak perlu berkecil hati dengan luas pekarangan yang tidak seberapa. Saat ini, sudah banyak teknik penanaman yang mampu memaksimalkan lahan sempit. Beberapa teknik tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tabulampot

Tabulampot merupakan singkatan dari tanaman buah (atau bunga) dalam pot. Buah yang bisa ditanam dalam media pot beraneka ragam seperti terung, tomat, cabai, jambu biji, jeruk, dan sebagainya. Teknik ini mensyaratkan media tanam yang mampu menopang tanaman dengan baik, menyediakan zat hara, air, dan aerasi yang baik.

2. Budidaya Organik

Bahan organik biasanya berasal dari kegiatan–kegiatan hulu pertanian. Biasanya, bahan organik tersebut berupa sekam, arang, sampah daun bambu, lumpur endapan ikan kolam, sabut kelapa dan sebagainya.

Benda–benda tersebut dianggap sebagai sampah dan dibuang. Namun dengan pemanfaatan dan pengolahan yang tepat,  dengan bahan–bahan organik tersebut, Anda bisa memiliki media tanam yang baik untuk tumbuh-tumbuhan yang Anda pilih.

3. Vertikultur

Vertikultur merupakan usaha pertanian yang memaksimalkan lahan secara tiga dimensi. Dimensi yang digunakan tidak hanya dimensi datar yang dipergunakan, tetapi juga dimensi tinggi (vertikal) dimanfaatkan dengan cara penyusunan bertangga, menggunakan pot gantung, dan media tanam yang menempel pada tembok. Dengan cara ini hasil indeks panen per satuan luas lahan dapat berlipat ganda.

Selain pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam buah dan sayur atau tanaman hias, Anda juga dapat beternak ikan atau unggas di pekarangan rumah. Jenis hewan yang dapat diternakkan pun beraneka ragam dan disesuaikan dengan tujuan Anda. Jika Anda ingin beternak hewan untuk dipergunakan sebagai bahan pangan, maka Anda dapat memilih ternak petelur, seperti ayam dan bebek.

Selain itu, Anda dapat memilih ternak pedaging, seperti ayam pedaging, lele, kelinci pedaging, dan sebagainya. Anda juga dapat beternak hewan hias, seperti ikan hias dan unggas hias di rumah Anda.

Dalam usaha berternak tersebut, Anda memerlukan biaya dan persiapan yang tidak sedikit, serta pengawasan jalannya ternak–ternak yang Anda miliki. Misalnya, jika Anda memilih berternak ikan pedaging, maka tentukan dulu berapa luas pekarangan yang akan Anda gunakan untuk berternak ikan–ikan tersebut?

Jangan sampai usaha ternak Anda gagal karena kolam yang digunakan terlalu sempit dan tidak memadai pergerakan ikan serta suplai oksigen yang dibutuhkan ikan. Selanjutnya, kolam apakah yang Anda pilih untuk digunakan di pekarangan Anda?

Misalnya, kolam permanen, yang tentunya membutuhkan lebih banyak persiapan untuk membangun kolam dan menyiapkan biota kolam agar benih ikan anda berkembang dengan baik. Anda juga dapat memilih kolam non-permanen yang dapat Anda buat dari terpal atau plastik tebal tahan air sebagai tempat kolam buatan budidaya ternak Anda tersebut.

Berbagai hal tersebut memang dibutuhkan, agar niat Anda dalam  memanfaatkan pekarangan rumah untuk sumber pemasukan atau gizi keluarga Anda sukses terlaksana. Anda juga memiliki kegiatan yang positif yang dapat Anda kerjakan di rumah.

Semoga ulasan singkat yang penulis berikan ini dapat membantu Anda mengoptimalkan pekarangan rumah yang Anda miliki.

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya