Mempersiapkan Negosiasi Gaji Dalam Wawancara Kerja, Pentingkah?

Dalam tahap seleksi pekerjaan, negosiasi gaji merupakan proses yang unik. Proses tawar-menawar antara pelamar kerja dan perusahaan seperti bermain kucing-kucingan. Perusahaan ingin menawarkan serendah mungkin, walau masih bisa memberikan lebih, dan pelamar ingin mendapatkan lebih, namun tidak tahu seberapa besar perusahaan mampu memberi.

Setiap perusahaan mempunyai standar penggajian yang berbeda-beda, namun tidak ada salahnya jika pelamar merumuskan sendiri standar nilai yang diinginkan, agar saat negosiasi gaji pelamar mendapatkan nilai yang sesuai atau mendekati keinginannya.

Menentukan Besar Gaji Minimal Saat Negosiasi Gaji

Dasar menentukan besar gaji minimal, antara lain besarnya kebutuhan dan pengeluaran. Cara menghitung besarnya kebutuhan dan pengeluaran yang paling mudah adalah berdasar bulan, karena perhitungan berdasar bulan lazim dilakukan seperti biaya listrik tiap bulan, biaya pembayaran tagihan air tiap bulan, hingga biaya tagihan kontrakan tiap bulan.

Pun demikian, dengan penggajian karena pembayaran biasaya dilakukan tiap bulan. Cara penghitungan besarnya kebutuhan dan pengeluaran tiap bulan dimulai dengan menginventaris segala kebutuhan kita dalam satu bulan. Kebutuhan primer seperti makanan, pakaian, dan rumah/kontrakan harus diutamakan dan menjadi prioritas yang pertama.

Kebutuhan lain tentu akan menjadi prioritas selanjutnya. Kebutuhan primer yang pertama adalah makanan. Cara menghitungnya bisa di urutkan dari besarnya biaya makan dalam satu porsi. Jika porsi satu kali makan kita mengeluarkan biaya sebesar Rp.10.000, maka dalam satu hari kita akan mengeluarkan biaya untuk makan sebesar Rp.10.000, dikalikan berapa kali kita makan dalam satu hari.

Seandainya dalam satu hari kita makan sebanyak tiga kali, maka biaya untuk makan adalah 3 x Rp.10.000. Penghitungan demikian akan mengasilkan besarnya biaya makan dalam satu hari. Untuk mendapatkan besaran biaya makan dalam satu bulan, maka besarnya biaya makan dalam satu hari kita kalikan 30.

30 merupakan angka standar jumlah hari dalam satu bulan. Bisa saja kita mempunyai kebiasaan makan dua kali dalam satu hari, atau bahkan satu kali dalam satu hari. Namun, ada baiknya anggap saja kita makan tiga kali sehari, selain lebih bijak, secara umum manusia makan tiga kali sehari. Seandainya akhirnya kita tetap berkebiasaan makan dua kali dalam satu hari, jumlah sisa biaya makan sebanyak satu kali dapat kita tabung. Penentuan harga rata-rata satu porsi makan berbeda-beda tiap daerah.

Hal yang perlu ditekankan dalam penentuan harga porsi makan adalah bahwa dalam satu porsi makan, kita mendapat cukup nutrisi untuk berktivitas terutama bekerja, tidak berlebihan dan tidak kurang. Pastikan kita tidak kelaparan dan kehabisan tenaga di tengah hari sebelum jam kerja usai, dengan demikian kita dapat memberikan kontribusi maksimal pada perusahaan yang memberi kita gaji.

Dasar penghitungan besaran pengeluaran kebutuhan primer selanjutnya adalah pakaian. Tidak setiap waktu atau tidak pasti dalam satu bulan kita membeli pakaian, tapi bukan berarti penghitungan biaya pakaian dihilangkan.

Pakaian tetap perlu dicuci. Jika repot dengan segala urusan kantor, kita kadang menggunakan jasa binatu. Biaya membeli sabun cuci dan mungkin biaya binatu tidak boleh dikesampingkan. Walau kadang sepele, namun tampil rapi dan bersih sangat berpengaruh di lingkungan kerja kita. Untuk pengeluaran rumah, hampir mirip dengan pengeluaran untuk pakaian.

Tidak setiap hari atau setiap bulan kita membeli rumah, namun kita perlu membayar tagihan pengeluaran listrik tiap bulan, bagi orang yang mengontrak rumah masih perlu untuk membayar sewa, atau ada pula pengeluaran untuk mengangsur rumah.

Dengan perhitungan pengeluaran primer setiap bulannya, maka kita dapat mengetahui berapa biaya yang kita butuhkan. Dengan demikitan besaran gaji minimal (atau batas terkecil) sebagai salah satu dasar negosiasi sudah kita dapatkan.

Menentukan Besar Gaji Layak Dalam Negosiasi Gaji

Gaji layak adalah pendapatan yang besarnya cukup untuk membiayai kebutuhan rohani dan jasmani. Artinya kita dapat hidup dengan tenang dan terhindar dari stress berlebihan karena kebutuhan jasmani dan rohani kita terpenuhi. Cara menghitung besar gaji layak adalah besaran pendapatan minimal plus, ditambah dengan besaran pengeluaran jasmani minimal.

Pendapatan minimal plus adalah pendapatan minimal kita ditambah dengan jumlah pengeluaran untuk kebutuhan penting pendukung kebutuhan primer. Kebutuhan penting pendukung kebutuhan primer, di antaranya kebutuhan transportasi, kebutuhan kesehatan, kebutuhan alat tulis, kebutuhan membeli pulsa, hingga kebutuhan membeli suplemen makanan.

Kebutuhan-kebutuhan ini bisa saja dihilangkan dengan resiko aktivitas sehari-hari berjalan tidak terlalu lancar. Adapun kebutuhan rohani adalah kebutuhan psikologi dan batin kita. Kebutuhan ini bisa didapat saat kita beribadah, pergi atau berkumpul bersama teman, hingga sekedar menonton televisi atau film.

Aktivitas-aktivitas ini tetap memerlukan biaya walaupun sedikit dan tidak seberapa. Nah, dengan demikian kita sudah mempunyai dua dasar dalam negosiasi gaji. Apakah kita ingin hidup minimal atau ingin hidup layak. Ukuran hidup layak masing-masing orang berbeda. Oleh karena itu, upah yang diinginkan dari perusahaan juga berbeda-beda pada masing-masing orang.

Menentukan dan Menaikan Posisi Tawar Saat Negosiasi Gaji

Menentukan dan menaikan posisi tawar saat negosiasi gaji, penting sekali kita mengetahui posisi tawar kita. Semakin banyak atau semakin baik kemampuan dan potensi diri kita yang dapat diberikan bagi calon perusahaan, berarti semakin tinggi pula posisi tawar kita. Keahlian dan keterampilam mempunyai nilainya sendiri.

Perusahaan akan rela membayar sedikit lebih dengan pertimbangan merekrut orang yang ahli dan terampil akan menaikan produktivitas dan pendapatan perusaahaan. Mungkin besarnya nilai kenaikan produktivitas dan pendapatan, berpuluh kali lipat dari upah kita, dan itu kadang yang tidak kita tahu.

Dalam hal ini, mencantumkan keahlian dan pengalaman kerja yang dicantumkan dalam curiculum vitae akan sangat berpengaruh pada posisi tawar kita. Jangan pula membandingkan besaran nilai yang ditawarkan oleh calon perusahaan baru dengan perusahaan lama kita, kecuali jika kita diminta. Jika tanpa diminta kita membandingkan nilai yang ditawarkan, maka posisi tawar kita menjadi melayang tidak jelas.

Sebuah perusahaan cenderung tidak suka jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Di sisi lain, jika nilai dari perusahaan lama kita ternyata lebih tinggi, maka calon perusahaan yang baru akan bepikir ulang untuk merekrut kita karena merasa tidak sanggup membayar.

Lain lagi jika kita “dibajak” atau “dicuri” dari perusahaan lama kita oleh perusahaan baru. Posisi tawar kita menjadi sangat tinggi. Sudah selayaknya kita meminta nilai yang lebih tinggi sambil membandingkan bahwa di perusahaan lama kita mendapat nilai sekian. Nilai yang lebih besar dua kali lipat bukan hal yang mustahil kita minta.

Survei Lokasi dan Mengenali Calon Perusahaan Baru Kita

Ada baiknya kita mengumpulkan informasi seputar calon perusahaan baru kita sebelum melakukan negosiasi gaji. Informasi yang dicari, antara lain lokasi perusahaan, nilai merek (brand value) perusahaan, prestasi perusahaan, produk perusahaan, dan mungkin jumlah karyawan dan rata-rata upah mereka.

Informasi lokasi bisa menjadi penentu dasar dari berapa harga satu porsi makan siang di sekitar kantor perusahaan, berapa jarak dan biaya transportasi yang dibutuhkan, dan titik-titik mana saja yang dapat dikunjungi untuk memenuhi kebutuhan kita.

Pekerjaan baru bisa berarti pindah kantor, pindah kota, hingga pindah negara. Melalui survei yang baik tentang lokasi, kita mengerti berapa biaya hidup rata-rata di tempat baru tersebut, termasuk juga berapa biaya yang kita keluarkan untuk mengontrak rumah baru.Informasi tentang nilai merek perusahaan dan prestasi juga harus kita ketahui.

Ketika negosiasi gaji mungkin kita mempertimbangkan untuk dibayar lebih murah oleh sebuah perusahaan yang berprestasi. Bisa jadi ada nilai lain selain nilai uang seandainya kita bekerja di perusahaan yang baru. Mungkin saja kita akan mendapat pengalaman yang luar biasa, yang dapat meningkatkan kualitas diri kita dan meningkatkan posisi tawar kita jika kelak kita pindah ke perusahaan lain.

Untuk mengetahui seperti apa nilai lebih yang didapat, kita pelu mensurvei karyawan dan calon karyawan, mendapatkan testimoni mereka tentang calon perusahaan yang baru. Kalau beruntung, kita bisa pula mendapatkan informasi rata-rata upah yang diberikan oleh perusahaan.

Saat negosiasi gaji, jangan lupa tanyakan fasilitas apa saja yang didapat, tunjangan, bonus, dan sistem dan periode kenaikan. Hal ini penting saat negosiasi agar kita juga mengetahui dasar perusahaan menawarkan jumlah sekian, mungkin karena telah memberikan tunjangan dan fasilitas bernilai sekian. Dengan demikian, naik dan turunnya nilai yang kita minta merupakan proses negosiasi yang wajar.

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.