Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mengenal Lebih Dekat Pengembangan Alam Bawah Sadar Manusia

Mengenal Lebih Dekat Pengembangan Alam Bawah Sadar Manusia

Apa yang dimaksud dengan pengembangan alam bawah sadar? Pembicaraan mengenai pikiran dan alam bawah sadar memang bukan hal yang sering dikonsumsi oleh masyarakat umum di negara kita. Tak heran bila masih banyak orang yang belum mengerti betul tentang apa itu alam bawah sadar.

Apa Itu Alam Bawah Sadar?

Mengenal Lebih Dekat Pengembangan Alam Bawah Sadar Manusia -2

Dalam dunia psikologi, kita akan mengenal seorang pakar bernama Sigmund Freud. Ia membagi pikiran manusia ke dalam tiga kategori, yaitu pikiran sadar, pra-sadar, dan tidak sadar. Sigmund Freud lantas mengenalkan istilah alam bawah sadar yang juga terdapat dalam pikiran manusia.Menurut Freud, alam bawah sadar ini sangat mendominasi dan mengendalikan sebagian besar sifat serta perilaku manusia.

Alam bawah sadar seolah-olah sebagai gudang penyimpanan seluruh memori manusia. Memori-memori ini biasanya tidak disadari keberadaannya oleh manusia, namun memori tersebut berperan besar dalam membentuk karakteristik seorang manusia. Jadi, intinya adalah alam bawah sadar memang tidak disadari oleh si manusia itu sendiri dan tidak bisa dikontrol oleh otak kita.

Berbeda dengan alam bawah sadar, maka pikiran sadar lebih bisa dikendalikan. Dengan adanya pikiran sadar, manusia mampu mengenali informasi yang masuk melalui panca indera kita. Manusia juga mampu menganalisis informasi tersebut serta memberikan respon terhadap informasi itu.

Contoh Perwujudan Alam Bawah Sadar

Mengenal Lebih Dekat Pengembangan Alam Bawah Sadar Manusia -3

Semua orang yang mengenal istilah alam bawah sadar pasti akan bertanya-tanya, seperti apa pikiran bawah sadar itu? Jawaban dari pertanyaan ini sangat beragam dan bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami atau melihat orang mengigau. Orang yang mengigau saat tidur bisa melakukan apa saja, mulai dari sekadar menggumam, berbicara sesuatu, atau malah bangun dan berjalan keluar kamar. Tapi, apakah orang tersebut sadar telah ‘bangun’ dari tidurnya? Jawabannya tentu saja tidak karena mereka merasa masih tidur lelap. Uniknya, mereka yang tidur sambil berjalan biasanya tidak akan menabrak dinding, bahkan bisa membuka kunci pintu. Mengapa bisa seperti itu? Karena semua perilakunya dikendalikan oleh alam bawah sadar yang memang menyimpan beragam memori.

Contoh pengembangan alam bawah sadar lainnya adalah ketika seseorang mampu melakukan sesuatu dalam keadaan terdesak. Anehnya, ia tidak bisa melakukan hal yang sama dalam keadaan normal atau tidak terdesak. Misal, kita dikejar oleh anjing dan kita merasakan ketakutan yang sangat luar biasa. Saat tiba di depan rumah, ternyata pagar rumah yang tinggi sedang terkunci. Kita pun langsung memanjatnya dan melompatinya agar bisa menghindari anjing yang mengejar kita. Namun, saat keadaan normal, kita malah kesusahan untuk melompati pagar rumah kita sendiri.

Jadi, mengapa saat kita dikejar anjing bisa melakukan hal-hal tak terduga seperti memanjat dan melompati pagar tinggi? Jawabannya lagi-lagi karena alam bawah sadar. Saat kita terdesak dan mengetahui pagar rumahsedang terkunci, seolah-olah ada perintah dalam diri kita bahwa kita harus bisa melewati pagar tersebut.

Selain itu, kita yang sedang ketakutan tak punya banyak waktu untuk merasa ragu atau berpikir macam-macam, misalnya tentang apakah kita bisa melompatinya, berapa tinggi pagar, apakah kita akan cedera saat melompati pagar, dll. Satu-satunya pikiran yang ada saat itu adalah melompati pagar demi menyelamatkan diri.

Tanpa kita sadari, pada saat terdesak kita memiliki keyakinan bahwa kita bisa melompati pagar. Hal ini seolah tertanam dalam alam bawah sadar dan memberikan sugesti lebih pada kita. Hasilnya, kita benar-benar mampu melompati pagar yang tinggi tersebut. Sebaliknya, saat kita merasa ragu atau tidak yakin bisa melompati pagar, maka keyakinan itu juga memengaruhi pikiran bawah sadar kita dan akhirnya benar-benar tidak bisa melakukannya. Keragu-raguan atau ketidakyakinan inilah yang biasanya datang dalam keadaan normal (tidak terdesak).

Hipnosis dan Hubungannya dengan Alam Bawah Sadar

Mengenal Lebih Dekat Pengembangan Alam Bawah Sadar Manusia -4

Bicara mengenai alam bawah sadar, maka tak bisa lepas dari hipnosis. Istilah hipnosis diperkenalkan pertama kali oleh seorang dokter asal Inggris bernama James Braid pada sekitar tahun 1843. Hipnosis berasal dari kata ‘hypnos’ atau ‘hipnos’ yang merupakan nama dari dewa penguasa tidur dalam mitologi Yunani.

Sampai saat ini banyak sekali definisi dari hipnosis yang dikemukakan oleh para ahli. Misalnya, hipnosis diartikan sebagai teknik memengaruhi orang untuk masuk dalam kondisitrance hypnosis. Pengertian lainnya, hipnosis adalah kondisi manusia ketika perhatiannya menjadi sangat fokus atau terpusat, sehinga tingkat sugestibilitas atau kemampuan menerima sarannya lebih meningkat dari biasanya.

Lalu, apa hubungannya dengan alam bawah sadar? Alam bawah sadar manusia menyimpan potensi yang sangat dahsyat. Dengan hipnosis, manusia mampu mengoptimalkan potensinya, caranya adalah dengan menanam pengaruh atau sugesti positif ke alam bawah sadar, sehingga orang tersebut juga selalu berpikiran positif dan percaya diri. Dengan demikian, orang akan selalu merasa yakin untuk bisa melakukan sesuatu tanpa harus berada dalam kondisi terdesak.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana memengaruhi orang atau membuat seseorang menjadi sangat fokus. Di sini kita akan mengenal adanya teknik induksi yang membantu seseorang untuk mencapai kondisi hipnosis. Salah satu teknik induksi yang sangat umum dan bahkan menjadi icon tersendiri dari hipnosis adalah gambar spiral atau benda pendulum.

Gambar spiral biasanya memiliki titik tengah. Biasanya orang yang akan dihipnotis diharuskan fokus pada titik tengah tersebut, sementara gambar spiral itu diputar. Hal yang sama juga dilakukan dengan pendulum. Seseorang harus memusatkan perhatian pada ujung pendulum, sementara penghipnotis mengayunkan pendulum tersebut ke arah kanan dan kiri. Seiring perkembangan zaman, teknik induksi hipnosis mulai bermacam-macam. Bahkan teknik menggunakan spiral dan pendulum dinilai kurang efektif karena dianggap memakan waktu agak lama.

Dari ulasan di atas, kita mengetahui bahwa pengembangan alam bawah sadar hanya bisa dilakukan dengan bantuan seseorang yang ahli dalam bidang hipnosis. Tapi, tahukah Anda bahwa kita juga kerap terhipnotis atau dalam keadaan menyerupai hipnosis dalam kehidupan sehari-hari?

Sebagian besar dari kita pasti pernah menonton film, baik itu film romantis, action, atau horor. Saat menonton film, kita pun sadar bahwa kisah dalam film tersebut hanyalah fiksi atau sekadar karangan manusia yang tidak nyata. Tapi, saat menonton film tersebut, kita ikut merasakan ketegangan, ketakutan, atau merasa ikut bahagia, padahal kita tahu bahwa yang kita tonton hanyalah cerita fiktif. Jadi, tanpa kita sadari, dalam kehidupan sehari-hari pun kita mengalami hal yang mirip dengan seseorang yang sedang dihipnotis.

Salah Kaprah Tentang Hipnosis

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa hipnosis atau hipnotis adalah proses pengendalian pikiran. Anggapan ini semakin diperkuat dengan banyaknya acara televisi yang menayangkan adegan hipnotis, yaitu ketika seseorang dipengaruhi dan disuruh melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diperintahkan.

Hal yang perlu diketahui adalah hipnosis bukanlah cara untuk mengusai atau mengendalikan pikiran seseorang. Seperti contoh menonton film yang disebutkan di atas, mengapa kita bisa terhipnotis? Jawabannya karena menerima atau mengizinkan diri kita untuk terhipnotis atau terhanyut oleh cerita dalam film. Saat kita malas menonton film atau yakin bahwa film tersebut tidak akan mempengaruhi perasaan kita, maka sebagus apapun film tersebut, kita juga tidak akan terhipnotis karena diri kita memang tidak mengizinkan hal itu.

Hal ini sama dengan proses hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, orang memang akan seperti tertidur dan tampak mudah dipengaruhi, namun ia tetap memiliki kemampuan untuk menolak. Bahkan, orang yang menolak untuk dihipnotis atau tidak mengizinkan dirinya untuk dipengaruhi oleh orang lain, maka ia juga akan sulit untuk dihipnotis atau mencapai kondisi hipnosis.

Jadi, intinya adalah tidak ada satu orang pun yang bisa menguasai pikiran kita. Satu-satunya yang bisa mengendalikan pikiran kita hanyalah diri kita sendiri.Itulah pembahasan mengenai pengembangan alam bawah sadar yang mungkin perlu Anda ketahui. Semoga ulasan kali ini bermanfaat.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya