Mengenal Pabrik Kertas

Pabrik kertas merupakan salah satu jenis perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap alam. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa bahan baku utama pembuat kertas adalah kayu yang merupakan salah satu sumber daya alam.

Meskipun bukan satu satunya perusahaan yang bergantung pada kayu sebagai sumber bahan baku, namun harus diakui bahwa pada saat ini pabrik kertas merupakan salah satu jenis perusahaan terbesar yang menggunakan kayu. Kondisi ini selaras dengan kebutuhan manusia akan kertas yang masih saja tinggi pada saat ini. Meskipun dengan adanya kemajuan teknologi, budaya paperless atau meminimalkan penggunaan kertas sudah mulai dibudayakan, namun hal tersebut belum berdampak signifikan terhadap kebutuhan kertas.

Di Indonesia sendiri keberadaan pabrik kertas cukup banyak. Kondisi ini didukung dengan masih tingginya permintaan akan kertas di tanah air. Baik digunakan sebagai kertas siap pakai maupun untuk digunakan sebagai kertas setengah jadi.

Biasanya keberadaan pabrik kertas ini akan berdekatan dengan pabrik pulp atau bubur kertas. Bahkan beberapa perusahaan menjadikan divisi pulp atau bubur kertas ini sebagai bagian dari pabrik kertas mereka. Mengingat pulp atau bubur kertas ini merupakan bagian dari proses pembuatan kertas.

Pembuatan  Kertas Di Pabrik Kertas

Secara sekilas proses pembuatan kertas di pabrik kertas ini dimulai dengan melakukan penebangan kayu di alam. Biasanya, kayu yang dipilih adalah jenis kayu yang memiliki serat halus, kuat serta konturnya berwarna putih dengan sedikit mata kayu. Karena jika pada pohon tersebut terdapat banyak mata kayu akan berakibat pada kurang sempurnanya warna kertas yang dihasilkan.

Biasanya jenis kayu yang dipilih sebagai bahan pembuat kertas ini adalah kayu sengon, pinus, meranti atau kayu jabon. Kayu–kayu tersebut dipilih lantaran dianggap sesuai dengan karakter kayu yang dibutuhkan sebagai bahan pembuat kertas tersebut.

Setelah pohon dipotong, kemudian direndam ke dalam air selama beberapa waktu. Hal tersebut bertujuan untuk melunakkan batang kayu agar mudah diproses selanjutnya. Perendaman ini bertujuan pula untuk memudahkan pelepasan kulit kayu yang keras. Di sisi lain, dengan cara direndam akan merontokkan jamur yang mungkin menempel pada bagian batang kayu tersebut.

Setelah direndam, batang pohon dipotong menjadi beberapa bagian setelah dikupas bagian kulitnya. Setelah dipotong, batang kayu dimasukkan ke dalam mesin pengupas untuk menguliti bagian dalam kayu menjadi lembaran tipis.

Langkah selanjutnya adalah memilah bagian yang terdapat cacat mata kayu untuk dipisahkan dengan bagian yang bersih dari cacat mata kayu tersebut. Setelah semua mata kayu berhasil dipisahkan, langkah berikutnya adalah memasukkan lembaran kayu yang sudah bersih tersebut ke dalam mesin penghancur.

Di dalam mesin penghancur tersebut, lembaran kayu akan dicampur dengan cairan kimia dan diubah bentuknya menjadi bubur kayu. Selama penghancuran, mesin harus tetap berputar dan tidak boleh berhenti agar bubur kayu tidak mengental dan lengket. Setelah kayu sudah menjadi bubur dan tidak ada yang berupa unsur kayu, maka bubur tersebut dimasukkan ke dalam mesin pendingin.

Dari mesin pendingin, bubur langsung diproses ke dalam mesin pencetak yang akan mengubah bubur menjadi lembaran sesuai dengan yang diinginkan. Setelah lembaran tersebut dingin, maka bubur sudah akan menjadi lembaran kertas yang siap dipotong dengan berbagai ukuran dan tujuan pembuatannya.

Dari sini, kertas yang masih berbentuk lembaran akan dipisahkan sesuai dengan tujuannya. Ada sebagian yang dipotong kecil untuk tujuan perkantoran seperti menjadi buku, kertas HVS atau juga pendukung dokumen lain. Ada pula yang digunakan untuk kebutuhan percetakan yang dibuat menjadi kertas berukuran plano atau berukuran besar.

Pemenuhan Bahan Baku

Mengingat bahan baku adalah sebuah sumber daya alam yang terbatas jumlahnya, maka pabrik kertas harus melakukan inovasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku. Hal ini harus dilakukan guna menjaga proses produksi bisa terus berlangsung.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pabrik kertas dalam menjaga proses produksi tetap berjalan, melalui penyediaan bahan baku yang berkesinambungan. Diantaranya adalah dilakukan dengan cara :

Menciptakan Teknologi Kertas Daur Ulang

Dengan adanya tekhnologi pendaur ulangan kertas ini, diharapkan kertas yang sudah tidak terpakai bisa kembali dimanfaatkan. Ini bisa membawa beberapa manfaat, seperti mengurangi jumlah sampah yang beredar di tengah masyarakat. Selain itu dengan mendaur ulang kertas, kita bisa tetap menjaga keseimbangan lingkungan karena jumlah kayu alam tidak perlu cepat ditebang.

Menggunakan Kayu Hasil Budidaya

Kayu budidaya adalah kayu yang didapat dari hasil pembudidayaan dan bukan merupakan kayu yang berasal dari hutan alam. Beberapa jenis pohon kini bisa dikembangkan dengan cara pembudidayaan secara intensif.

Hal ini akan mengurangi proses penebangan hutan alam dan juga bisa menjaga ketersediaan pasokan bahan baku. Sebab, tanaman yang didapat dari proses budidaya memiliki umur panen yang cukup singkat. Untuk pohon seperti sengon dan jabon, dalam waktu lima tahun sudah bisa ditebang untuk dimanfaatkan kayunya.

Menanam Kayu Sendiri

Beberapa perusahaan memilih untuk menanam sendiri pohon yang akan digunakan sebagai bahan baku pada pabrik kertas. Kondisi ini biasanya dilakukan perusahaan yang memiliki lahan luas atau juga dengan cara menjalin kemitraan dengan petani.

Dimana pada nantinya petani yang akan memelihara pohon budidaya dan pihak pabrik yang akan menampung hasilnya. Kondisi ini merupakan pilihan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Di satu sisi perusahaan diuntungkan dengan ketersediaan bahan baku. sementara pada sisi lain, petani juga akan diuntungkan karena mendapatkan jaminan kepastian pembelian kayu budidaya yang mereka tanam.

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.