Nama Ilmiah Makhluk Hidup, Pengelompokan Bahasa Ilmu Pengetahuan

Nama ilmiah makhluk hidup, pengleompokan bahasa ilmu pengetahuan. Apakah Anda suka memakan buah pisang? Pernahkah Anda berpikir mengapa buah yang begitu lezat itu dinamakan buah pisang? Lalu, apa nama yang diberikan oleh para ilmuwan untuk buah kuning itu? Adakah standar penamaan dari makhluk-makhluk yang hidup di bumi ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya memiliki jawaban yang sangat spesifik.

Pertanyaan pertama begitu menggelitik. Salah satu jawabannya mungkin saja karena kita hidup di Indonesia sehingga buah kuning itu disebut dengan nama buah pisang. Coba bayangkan bila kita hidup di Inggris, tentunya buah kuning itu tidak lagi dinamakan buah pisang, bukan. Banana digunakan sebagai kata ganti buah pisang. Begitu banyak daerah di muka bumi ini, dan begitu banyak pula nama-nama untuk mengidentifikasi nama ilmiah makhluk hidup. Bisa jadi untuk satu makhluk hidup saja, dapat diidentifikasi dengan ratusan nama tergantung lokasi dari makhluk hidup itu.

Atas dasar itu, para ilmuwan berfikir untuk membuat standar penamaan. Standar penamaan tersebut digunakan untuk mempermudah ilmuwan dalam mengidentifikasi suatu makhluk hidup (baca : spesies). Bila disebutkan spesies Oryza Sativa, maka orang akan dengan mudah menunjuk bahwa spesies yang dimaksud adalah padi. Pembuatan standar ini perlu dilakukan apalagi untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sifat ilmu pengetahuan seperti reliabilitas memaksa ilmuwan untuk membuktikan percobaannya berkali-kali.

Selain itu, percobaan tersebut dapat dilakukan ulang oleh ilmuwan lain dan memberikan hasil yang sama. Bayangkan bila penamaan yang digunakan berbeda. Tentunya para ilmuwan akan kebingungan mengenai nama ilmiah makhluk hidup apa yang sedang dijadikan objek percobaan. Pada akhirnya, ilmuwan yang lain tidak bisa mengulangi percobaan yang sudah dilakukan oleh ilmuwan lainnya.

Nama ilmiah makhluk hidup sebenarnya telah dilakukan oleh manusia sejak zaman Romawi. Namun, sistematika penamaan tersebut baru tersusun setelah Carolus Linnaeus menerbitkan bukunya yang berjudul “Systema Naturae”. Dalam buku tersebut, Carolus Linnaeus membuat cara penamaan secara sistematik sehingga dapat digunakan sebagai panduan untuk membuat dan mengelompokkan makhluk hidup. Seperti telah kita ketahui, makhluk hidup sangat beragam dan berbeda-beda.

Di balik perbedaannya itu, tentunya makhluk hidup juga memiliki persamaan. Persamaan itu digunakan sebagai dasar untuk mengelompokan dan menamai makhluk hidup. Pada kasus nama ilmiah tadi, penamaan makhluk hidup terdiri dari dua kata. Dua kata tersebut memiliki arti spesifik. Penjelasan mengenai nama ilmiah makhluk hidup ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Binomial Nomenclature: Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Binomial Nomenclature adalah tata cara penamaan nama ilmiah makhluk hidup secara sistematis. Sesuai dengan namanya, terdiri dari dua kata (dua nama). Kedua nama tersebut terdiri dari genus dan spesies. Biasanya, nama ilmiah tersebut diturunkan berdasarkan ciri-ciri dari makhluk hidup yang sedang diidentifikasi.

Penamaan dengan menggunakan teknik ini sangat sistematis. Oleh karena itu, dibutuhkan aturan baku dalam menyusunnya. Sebagaimana disusun pertama kali oleh Carolus Linnaeus, penamaan ini harus bisa diterima di kalangan akademis. Berikut ini aturan-aturan yang wajib dipatuhi dalam pembuatan nama ilmiah makhluk hidup:

  • Penulisan menggunakan 2 kata (nama). Kata pertama menunjukan genus dan kata terakhir menunjukan spesies.
  • Huruf kapital selalu mendahului penamaan genus. Sementara itu, untuk penamaan spesies huruf pertama haruslah huruf kecil.
  • Penamaan tidak diperkenankan untuk menggunakan huruf kapital seluruhnya meskipun posisi nama ilmiah tersebut berada pada judul paper, karya ilmiah, atau artikel.
  • Penulisan menggunakan huruf miring dengan aturan huruf pertama mengikuti poin kedua. Sementara itu, untuk penulisan dengan tangan, nama ilmiah harus digarisbawahi.
  • Nama autoritas yang memberikan nama boleh dicantumkan asalkan diletakan di belakang nama ilmiah tersebut. Keterangan tambahan tersebut menggunakan huruf tegak.
  • Keterangan umum berupa nama yang biasa digunakan oleh masyarakat boleh disertakan pada nama ilmiah. Keterangan tersebut diletakan pada bagian depan nama ilmiah. Nama ilmiah harus diletakan dalam tanda kurung.
  • Nama ilmiah boleh tidak disebutkan secara spesifik dengan menambahkan sp. Yang berarti spesies dari salah satu genus. Misalnya Canis sp. Merupakan salah satu spesies dari genus Canis.
  • Singkatan cf boleh digunakan untuk menyebutkan spesies yang belum benar-benar teridentifikasi

Taksonomi dan Pengelompokan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Secara umum, pembagian nama ilmiah makhluk hidup dibagi dua, yakni hewan dan tumbuhan. Oleh karena itu, pengelompokan dan penamaan untuk kedua jenis makhluk hidup itu pun berbeda. Pengelompokan didasarkan pada pengelompokan yang paling umum sampai dengan paling khusus. Berikut ini pengelompokan nama ilmiah makhluk hidup yang dimaksud

1. Hewan

Pengelompokan diawali dengan kelompok tertinggi, yakni Kingdom. Kingdom merupakan bagian besar dari kelompok hewan. Seluruh hewan dikelompokan ke dalam kelompok ini. Oleh Karena itu, kelompok ini tidak bisa digunakan untuk alat identifikasi tunggal karena sifatnya yang masih sangat umum. Selanjutnya, pengelompokan dilakukan lebih detil. Kelompok tersebut adalah Phyllum. Untuk pengelompokan lebih lanjutnya dapat dilihat sebagai berikut :

  • Kingdom
  • Phyllum
  • Class
  • Ordo
  • Familia
  • Genus
  • Species

2. Tumbuhan

Sama seperti hewan, pengelompokan dilakukan pada kelompok yang paling besar. Jenis kelompok ini sebenarnya sama saja seperti hewan, namun dengan nama yang berbeda. Sama seperti pada hewan, pengelompokan ini tidak bisa digunakan untuk pengidentifikasian tumbuhan. Hal itu disebabkan sifatnya yang masih umum sehingga tidak memudahkan ilmuwan untuk mengidentifikasi secara cepat. Kelompok ini disebut dengan Regnum. Setelah itu, dilakukan pengelompokan yang lebih detil, yakni Divisio. Pengelompokan lebih lanjut dapat dilihat sebagai berikut:

  • Regnum
  • Divisio
  • Class
  • Ordo
  • Familia
  • Genus
  • Species

Contoh Pengelompokan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Pada bagian ini, akan dijelaskan beberapa contoh pengelompokan nama ilmiah makhluk hidup (tumbuhan dan hewan). Kucing dipilih sebagai wakil hewan karena memang dikenal oleh masyarakat luas. Sementara itu, padi dipilih sebagai wakil tumbuhan dengan alasan yang sama.

1. Kucing

Kucing merupakan makhluk yang seringkali dekat dengan manusia. Bahkan beberapa spesies dapat dijadikan sebagai peliharaan karena sifatnya yang jinak. Kucing termasuk ke dalam binatang karnivora. Kemampuannya dalam memburu makanan (makhluk hidup lain) patut diacungi jempol. Sebagai seekor karnivora, tentunya kucing juga dilengkapi sistem percernaan seperti gigi.

Gigi taring berperan besar dalam pencernaan hewan buruan. Gigi taring digunakan untuk mencabik-cabik hewan buruan yang sudah takluk. Ciri gigi taring ini juga dimiliki oleh makhluk karnivora lain. Salah satu makhluk karnivora lain yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan kucing adalah anjing. Namun demikian, bentuk gigi taring pada kucing, lebih sempurna dan baik dibandingkan dengan anjing.

Pada dasarnya, gigi anjing juga memiliki fungsi yang sama dengan kucing. Namun, fungsi gigi tersebut juga berguna untuk mengonsumsi makan jenis lain, tidak hanya daging. Anjing perlu memakan makanan selain daging (seperti tumbuhan dan akar-akaran) untuk menerima asupan gizi yang lain. Tidak seperti anjing, umumnya kucing tidak memiliki kegemaran terhadap tumbuhan. Oleh karena itu, sifat karnivora kucing adalah sempurna. Berikut ini taksonomi kucing.

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Mamalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus : Felis

Spesies : Silvestris

2. Padi

Padi begitu populer di Indonesia. Padi merupakan salah satu tanaman pokok Indonesia. Nama Padi bahkan diserpa ke dalam bahasa Inggris dengan nama Paddy. Anggota pada tanaman ini umumnya ditanam sebagai tanaman budidaya. Beberapa anggota pada familia ini termasuk ke dalam jenis makanan ternak. Umumnya, tanaman yang masuk ke dalam familia ini adalah batang beruas-ruas, bunga tak bermahkota, dan daun berpita. Berikut ini taksonomi umum dari tanaman padi.

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Ordo : Poales

Familia : Poaceae

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.