Organ Hati Dan Fungsinya

Seberapa penting organ hati dan fungsinya? Kita semua tentu mengenal sosok menteri BUMN sekarang ini yaitu Dahlan Iskan. Ia tampak enerjik, cerdas, mampu bepergian kemana-mana, menghadiri berbagai macam rapat baik di DPR, kementerian maupun kunjungan ke anak-anak perusahaan BUMN.

Tapi, tahukah Anda jika organ hatinya sudah mengalami transplantasi? Kondisi organ hati dan fungsinya tidak bekerja normal. Hampir sebagian besar sel-selnya mengalami proses sirosis. Sel-sel sehat berubah jadi sel parut yang tidak mampu menyerap racun-racun, tidak bisa melakukan proses glikolisis, tidak bisa memperbaharui sel-sel darah merah. Kondisi yang seperti ini bisa berakibat fatal bagi organ-organ lain. Tubuh mengandung racun berupa senyawa organik yang berbahaya. Akibatnya, penderita bisa lemas dan akhirnya meninggal.

Kelenjar Dalam Tubuh Manusia

Organ hati dan fungsinya -1

Tubuh kita memiliki banyak kelenjar, antara lain: kelenjar ludah di mulut, kelenjar tiroid di leher, kelenjar limpa, dan sebagainya. Liver juga salah satu kelenjar di dalam tubuh. Ukurannya malah terbesar dari semua kelenjar yang ada.

Semua kelenjar di dalam tubuh berfungsi sebagai alat ekskresi. Liver merupakan organ lunak. Oleh karena itu, organ ini rawan dengan goncangan mekanis. Untuk melindungi dari goncangan dan benturan yang keras, ia berada dalam lindungan tulang rusuk seperti halnya jantung. Posisinya di bagian kanan area rongga perut, dan di bawah persis diafragma.

Pembentukan organ hepar sebagian besar berkat hasil kerja sel parenkimal dan sel nonparenkimal. Porsi sel parenkimal atau hepatosit ini sekitar 80% dari total keseluruhannya. Sisanya berupa sel nonparenkimal dan sel-sel lainnya. Sel nonparenkimal menghasilkan substrat-substrat yang bermanfaat sebagai pengendali fungsi hepatosit.

Pembentukan hepatosit itu sendiri berkat hasil kerja sel endodermal pada saat fase embrio. Sel endodermal dirangsang secara kontinyu oleh jaringan mesenkimal. Adanya proses transkripsi yang diperankan oleh RNA merangsang pembentukan sel-sel baru yang ter-diferensiasi (berubah secara swakelola) menjadi hepatosit. Sel-sel lain yang ikut terlibat dalam pembentukan liver antara lain: sel Kupffer, sel Ito, limfosit, sel pit dll. Semua sel tersebut memiliki peran dan fungsi di dalam organ hati.

Organ Hati Dan Fungsinya

organ hati dan fungsinya -2

Pengetahuan organ hati dan fungsinya terus-menerus diteliti untuk mengetahui sifat dan karakter sel-sel pembentuknya serta perubahan-perubahannya. Seperti yang sudah kita ketahui, sel hati bisa tumbuh dan bisa berkembangbiak. Jadi, apabila sebagain organ hati dipotong, pada bagian potongan tersebut nanti bisa bertunas dan tumbuh kembali sesuai dengan volume aslinya.

Proses ini yang sangat menarik dalam dunia medis untuk mengetahui sebab musababnya. Proses diferensiasi sel menjadi hepatosit ini yang membuat interest para ahli kedokteran. Dari mana sel awal tersebut berasal. Selama ini sel yang bisa mengalami terdifrensiasi adalah sel punca. Sel punca ini biasanya dibentuk oleh sumsum tulang belakang.

Salah satu dari fungsi hati yakni dalam hal sistem imunitas tubuh. Sel-sel yang berperan dalam sistem imun ini membawa antigen dari sel darah putih ke organ liver yang mengalami infeksi. Respon cepat dari sel darah putih ke hati ini diikuti oleh sel-sel lain menghasilkan antigen yang menghancurkan bibit-bibit penyakit. Proses penghancuran bibit-bibit penyakit oleh sel-sel imun di organ liver terjadi secara kompleks.

Organ hepar memproduksi cairan empedu setiap hari. Volume yang dihasilkan tiap hari bisa sampai setengah liter. Cairan empedu biasanya berwarna kehijauan. Rasanya pahit. Cairan ini berasal dari hemoglobin sel darah merah yang sudah berumur tua. Cairan empedu berfungsi untuk memecah lemak, meningkatkan kemampuan penyerapan lemak di usus, mengaktifkan enzim lipase, serta mengubah senyawa-senyawa tak larut air jadi larut air.

Gangguan yang mungkin bisa terjadi yakni penyumbatan saluran empedu dari hati. Apabila saluran tersebut tersumbat, maka cairan empedu akan berbalik kembali ke sistem peredaran darah. Orang yang mengalami kejadian seperti ini, tubuhnya akan tampak berwarna kekuningan. Kita biasa menyebutnya dengan istilah penyakit kuning.

Zat Enzim Dalam Organ Hati

Mempelajari organ hati dan fungsinya tak terlepas dari banyaknya enzim yang diproduksi. Enzim-enzim tersebut berperan untuk memecah protein dan lemak menjadi substrat-substrat lain yang fungsional. Misal, enzim arginase berperan untuk mempercepat reaksi arginina menjadi ornitina dan urea. Senyawa organik ornitina ini dapat berikatan dengan NH3 dan CO2. Seperti yang sudah kita ketahui, kedua senyawa tersebut bersifat racun bagi jaringan tubuh. Dengan adanya ornitina, kedua senyawa tersebut jadi bersifat netral.

Saat kita mempelajari daur krebs, proses glikolisis, dan siklus asam sitrat, akan banyak ditemukan berbagai macam lemak dan protein yang terbentuk seperti kolesterol, asam amino, protein C, trigliserida, asam piruvat, dan sebagainya.

Sebenarnya, tak hanya protein dan lemak yang bisa dirombak oleh liver. Karbohidrat pun dirombak jadi substrat-substrat lemak. Dalam proses sintesa glukosa, hormon insulin berperan penting dalam perombakan karbohidrat. Glukosa dalam darah yang tidak digunakan akan dirombak jadi substrat-substrat lemak. Itulah mengapa, pada orang yang sedang melakukan diet dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi bahan makanan yang berkarbohidrat tinggi.

Fungsi Hati

Fungsi hati yang sudah dikenal oleh masyarakat umum yakni merombak sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Sel darah merah mengandung hemoglobin. Di dalam hepar, hemoglobin dirombak jadi globin, heme dan ion besi. Globin dan ion besi ini dipakai kembali untuk bahan dasar pembentukan hemoglobin baru. Sedangkan heme dipecah jadi substrat metabolit yang akan di-ekskresi secara bersamaan dengan cairan empedu sebagai bilirubin dan biliverdin. Kita akan mudah mengenali kedua substrat ini dari warna empedu yang kehijauan atau kebiruan.

Peran liver yang lain yakni sebagai detox dan melarutkan vitamin A, D, E dan K. Vitamin-vitamin tersebut hanya bisa larut dalam lemak. Organ ini juga membuat cadangan untuk vitamin A, D, B12, zat besi, dan zat tembaga. Vitamin dan mineral tersebut dalam keadaan siap pakai. Oleh karena itu, bagi penderita amenia sangat baik mengkonsumsi hati ayam dalam menu makannya. Tujuannya agar zat besi ini bisa segera dibentuk jadi sel darah merah yang baru.

Kajian yang penting dari organ hati dan fungsinya yakni cara kerja regenerasi selnya. Ingat dengan penyakit yang diderita oleh Dahlan Iskan. Beliau memerlukan donor dari orang lain. Orang yang mendonorkan hati-nya bisa pulih kembali seperti sediakala. Proses regenerasi sel yang terjadi di dalamnya sangat kompleks dan rumit. Pengetahuan ini sudah lama diketahui sejak zaman Yunani kuno.

Vitalnya, organ ini sebagai penetral racun dan sistem imunitas tubuh sehingga mengakibatkan sel-sel yang ada di dalamnya mudah rusak. Kerusakan sel-sel ini yang mengakibatkan peradangan seperti hepatitis. Proses peradangan ini melibatkan banyak faktor penyebab. Bisa karena bibit-bibit penyakit, perubahan fisiologis sel dan jaringan, pertumbuhan abnormal sel-sel, serta gangguan proses biokimia dalam sel.

Penyakit yang diderita adalah pertumbuhan abnormal sel-sel. Sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker yang akhirnya jadi jaringan parut. Fungsi organ liver jadi berkurang drastis. Penyakit ini bisa terjadi karena pola gaya hidup tidak sehat dan pengaruh alkohol.

Share:

admin

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.