Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pendidikan Adalah Sebuah Proses

Pendidikan Adalah Sebuah Proses

Pendidikan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia. Pendidikan dalam bahasa Inggris berasal dari kata ‘educate’ yang artinya mendidik, memberi peningkatan, dan mengembangkan. Pendidikan adalah sebuah rangkaian proses yang tiada henti demi pengembangan kemampuan serta perilaku yang dimiliki individu agar dapat dimanfaatkan bagi kehidupannya. Banyak orang yang memahami pendidikan sebagai sebuah pengajaran.

Pendidikan lebih luas lagi dari sekedar pengajaran. Pendidikan dapat berlangsung secara formal dan informal. Tidak dibatasi oleh tembok sekolah, maupun lembaga-lembaga tertentu. Begitu banyak dan luas yang bisa kita dapatkan dari pendidikan kehidupan.

Ada istilah menyatakan bahwa pendidikan dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri atau self instruction. Hal penting yang dapat diperoleh dari pendidikan yaitu adanya kedewasaan dan tanggung jawab moril. Pendidikan adalah salah satu ‘pintu’ pembentuk karakter kepribadian bermoral tersebut.

Seseorang yang menjalani pendidikan dengan baik akan terasah kemampuannya dalam menghadapi setiap masalah yang datang. Karakter seseorang yang mengenyam pendidikan adalah dia senantiasa mau belajar. Hal-hal yang tak bisa dia lakukan, atau tak dipahami akan terus dipelajari, ditanyakan dan dipahaminya.

Tanggung Jawab Moril Dalam Pendididkan Adalah

Pendidikan Adalah Sebuah Proses -2

Begitu pula dalam tanggung jawab moril. Dalam pendidikan, moril akan selalu mendapat petunjuk dan arahan agar tidak menyimpang dari aturan. Tanggung jawab moril bisa diartikan tanggung jawab terhadap agama, negara, masyarakat serta hukum.

Seseorang yang memiliki tanggung jawab moril akan berpikir seribu kali ketika akan melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma sebab hidup tak hanya untuk diri sendiri. Kita diajarkan untuk senantiasa berpikir tak hanya demi kepentingan individu tetapi juga kepentingan sosial. Pendidikan adalah proses pengembangan karakter-karakter positif dalam seseorang.

Pendidikan disini tak ada hubungannya sama sekali dengan bersekolah di sekolah yang mahal, sekolah berbasis Internasional, sekolah dengan guru-guru berprestasi atau pun sekolah dengan fasilitas yang sangat canggih. Yah, sebab karakter dibentuk dari matangnya jiwa seseorang dan bagaimana ia menghadapi suatu situasi serta memiliki tanggung jawab. Toh, para pejabat-pejabat yang terindikasi korupsi tersebut, sekolahnya juga tak kalah keren.

Beberapa diantara mereka sudah bergelar sarjana dari luar negeri, dengan pengalaman organisasi seabrek serta pelatihan-pelatihan yang tak kalah banyaknya. Tapi tetap saja godaan korupsi mampu menggoda ‘iman’ mereka. Semua itu karena pendidikan bukanlah terletak pada mahalnya biaya pendidikan.

Proses Dalam Pendidikan Adalah

Pendidikan Adalah Sebuah Proses -4

Sebagai sebuah proses, pendidikan haruslah dimulai sejak awal dan membutuhkan waktu yang tak singkat. Selain itu proses ini terus berkelanjutan. Tidak bisa jika kita ingin mengubah perilaku seseorang dalam sekejap saja tanpa melalui sebuah proses. Apalagi jika latar belakangnya tak memiliki pendidikan karakter yang kuat.

Selain itu yang paling penting dalam pendidikan adalah bukan soal usia, tetapi kemampuan psikologis yang memadai. Menurut psikolog pendidikan Chaplin (1992), Tardif (1987) dan Rober (1988), hakikat pendidikan adalah pengembangan potensi atau kemampuan manusia secara menyeluruh yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengajarkan berbagai pengetahuan dan kecakapan yang dibutuhkan oleh manusia itu sendiri. Jadi, pendidikan lebih dari sekedar pengajaran sebuah sekolah atau lembaga.

Lingkungan sekitar kita adalah bagian dari proses pendidikan kita. Misalnya saja jika  ingin mengetahui tentang tumbuhan, kita bisa langsung terjun ke alam untuk melihat langsung. Jika ingin mengetahui tentang gejala-gejala alam, alam pun senantiasa hadir untuk memberikan ilmunya. Untuk itulah pentingnya membaca dan memahami isi bacaan.

Tak perlu menunggu penjelasan di bangku sekolah untuk mengetahui sesuatu hal. Hal ini juga salah satunya bisa diterapkan sejak dini. Orang tua seyogyanya mampu mendampingi pendidikan anak-anak.

Jika orang tua hanya menyerahkan sepenuhnya tugas mendidik pada sekolah saja, anak hanya akan mendapat sedikit ilmu. Pendidikan mendasar pada anak justru berawal dari keluarga. Ini lebih dari sekedar sebuah teori-teori pengetahuan.

Pendidikan dalam keluarga adalah kunci penting peran pembentukan kepribadian anak. Anak belajar untuk dihargai. Anak belajar toleransi, dan menyayangi. Anak belajar mandiri dan belajar bertanggung jawab. Belajar merupakan salah satu ciri khas berjalannya sebuah proses pendidikan.

Secara teoritis belajar diartikan sebagai perubahan tingkah laku, namun tidak semua perubahan tingkah laku organisme dapat dianggap belajar. Perwujudan perilaku belajar biasanya tampak dalam perubahan beberapa perilaku. Adapun perubahan yang tampak akan diuraikan sebagai berikut.

Perwujudan Perilaku Belajar Dalam Pendidikan Adalah

Pendidikan Adalah Sebuah Proses -3

Munculnya kebiasaan

Setiap orang yang mengalami proses belajar, kebiasaan-kebiasaannya juga akan tampak berubah. Kebiasaan terjadi karena adanya proses pembiasaan. Misalnya seseorang yang belajar untuk bangun pagi setiap hari, maka dia pun akan berusaha untuk bangun setiap pagi.

Memiliki ketrampilan

Tentunya ini sebanding dengan hasil belajar yang diperoleh. Untuk dapat membuat masakan atau kue, seseorang perlu belajar memasak terlebih dahulu. Hasilnya ketrampilan membuat kue atau masakan pun akan ia dapatkan. Bahkan ketrampilan dalam berpikir secara runtut dalam menyelesaikan masalah juga merupakan pengejawantahan sebuah hasil belajar. Oleh karena itu pendidikan adalah untuk memiliki suatu keterampilan.

Hasil pengamatan

Pengamatan berarti proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera seperti mata dan telinga. Dari pengalaman dalam hal pengamatan tersebut seseorang mampu mengamati sesuatu dengan lebih objektif sebelum mencapai pengertian.

Memiliki cara berpikir asosiatif dan daya ingat yang baik

Berpikir asosiatif berarti berpikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya. Sedangkan daya ingat berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam mewujudkan perilaku berpikir asosiatif dalam proses belajarnya. Artinya semakin banyak seseorang belajar dengan berpikir asosiatif maka semakin banyak pula memori yang ia punyai.

Berpikir rasional dan kritis

Ini juga termasuk salah satu ciri proses dalam pendidikan yang sangat diperlukan dalam hal pemecahan sebuah masalah. Seseorang yang mampu berpikir rasional akan menggunakan prinsip-prinsip ketika harus menjawab suatu pertanyaan. Logikanya dalam menentukan sebab akibat serta menganalisa akan teruji. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kognitif yang dimilikinya.

Tingkah laku afektif

Tingkah laku afektif merupakan perwujudan dari berbagai perasaan yang muncul dari diri seseorang. Seseorang yang sudah mengalami proses pendidikan akan menjadi lebih tahu dalam situasi seperti apa saja dan dalam bentuk apa untuk mengungkapkan sebuah perasaan. Tidak semua perasaan dapat diungkapkan begitu saja tanpa memandang perasaan orang lain.

Hal ini juga termasuk salah satu cara belajar tentang budi pekerti yang saat ini sedang digalakkan pemerintah. Bagaimana afeksi seseorang dalam menghargai orang yang lebih tua dan sesamanya. Dalam sebuah proses pendidikan, yang diharapkan adalah output yang tak hanya berilmu tetapi juga memiliki sikap yang patut diteladani. Apalagi di era sekarang ini kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat merupakan hal yang penting.

Ciri Seseorang Yang Mengalami Proses Pendidikan Adalah:

  • Memiliki tanggung jawab sosial
  • Menyikapi masalah yang dihadapi dengan pikiran yang logis dan rasional
  • Tidak mudah menyimpulkan sesuatu tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu
  • Memiliki sikap menghargai, peduli, dan objektif dengan perilaku orang lain
  • Mengembangkan perilaku jujur
  • Mampu mem-filter dengan logis pengetahuan-pengetahuan baru yang masuk
  • Menjadikan perilaku-perilaku positif sebagai kebiasaannya.

Semua ciri tersebut idealnya memang dimiliki seseorang yang mengaku berpendidikan. Jadi, bukan jaminan sebuah sekolah atau lembaga berharga selangit lah yang membentuk perilaku itu semua. Perilaku-perilaku positif hasil pendidikan tersebut dapat diajarkan sejak usia dini pada anak dalam keluarga.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya