Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tips Dan Strategi Menyampaikan Pidato Lingkungan

Tips Dan Strategi Menyampaikan Pidato Lingkungan

Tips Dan Strategi Menyampaikan Pidato Lingkungan – Salah satu masalah penting yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan internasional saat ini adalah rusaknya ekosistem dan lingkungan hidup di sekitar kita. Karena itulah perlu dikampanyekan lagi akan arti pentingnya menjaga lingkungan, agar selalu bersih dan tidak rusak, serta tetap sehat, baik untuk kehidupan manusia dan makluk hidup yang lain. Bentuk kampanya tersebut antara lain adalah melalui pidato lingkungan pada masyarakat dan khalayak.

Dibandingkan media pemberitahuan yang lain, pidato secara langsung punya beberapa kelebihan. Antara lain adalah masyarakat bisa mendengar langsung pesan yang ingin disampaikan.

Selain itu, ketika mendengarkan pidato, terutama yang disiarkan melalui stasiun pemancar radio dan televisi, masyarakat bisa mendengarkan dan memahami pidato lingkungan tersebut sambil melakukan pekerjaan yang lainnya, sehingga tidak menghabiskan waktu dan mengganggu kegiatan utama.

Kemudian jika pidato lingkungan bisa direkam dalam kaset atau CD, maka ketika tidak sempat mendengar secara langsung, masyarakat bisa menyimpan rekaman itu, lalu memutarnya ketika ada waktu yang longgar dari mana saja. Bahkan ketika mereka sedang tidak ada di rumah atau berada di tempat lain. Jadi, pidato lingkungan ini bisa disampaikan pada pendengar atau masyarakat tanpa mengenal batas waktu.

Jika pesan tentang perlunya menjaga lingkungan hidup disampaikan melalui brosur dan pamflet yang disebarkan atau ditempel pada tembok atau dinding, tentu pesan yang bisa disampaikan sangat terbatas sekali. Demikian pula halnya dengan spanduk yang biasanya dipasang di pinggir-pinggir jalan, pesan yang bisa ditulis juga sangat terbatas.

Selanjutnya, jika menggunakan buku, hal ini juga menjadi kurang efektif bahkan sangat boros karena ongkos pembuatan buku perlu biaya yang mahal. Selain itu, sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Tentu pesan tentang lingkungan yang ingin disampaikan tidak akan mengena secara maksimal.

Tujuan Menggunakan Konsep Pidato

Tujuan Menggunakan Konsep Pidato

Itulah penjelasan singkat tentang beberapa kelebihan penggunaan pidato lingkungan dibanding dengan media lain. Meski begitu, pidato yang mau disampaikan tersebut juga harus menggunakan konsep yang baik, tidak sekedar dibuat asal-asalan saja. Tujuannya adalah tentu saja agar pesan yang disampaikan bisa tepat sasaran.

Jadi, isi pidato tersebut bisa dipahami oleh masyarakat atau pendengar dengan mudah dan jika kita ingin memberi saran, mereka akan melakukan saran tersebut dengan senang hati.

Strategi Membuat Teks Pidato Lingkungan

Strategi Membuat Teks Pidato Lingkungan

Meski hanya berbicara dan menyampaikan pesan di depan orang, tapi bagi yang jarang melakukannya, kadangkala pekerjaan yang terlihat sangat sepele dan gampang ini justru menjadi jenis pekerjaan yang paling sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena orang yang melakukan pidato tersebut tidak bisa mengembangkan pesan tentang lingkungan yang mau disampaikan.

Untuk mengatasi hal ini, agar tidak bingung, ketika mau berpidato, maka perlu persiapan lebih dulu. Bentuk persiapan yang paling umum dilakukan adalah menyiapkan teks atau tulisan pidato yang akan dibicarakan nanti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika membuat teks pidato antara lain adalah waktu yang disediakan.

Sebelum teks dibuat, hitunglah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca satu halaman teks piadato. Dari sinilah kita bisa membuat perhitungan berapa panjang atau banyaknya halaman teks yang harus dibuat, sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan secara lebih maksimal.

Selain waktu, hal lain yang harus diperhitungkan, ketika membuat atau menulis teks pidato lingkungan adalah kepada siapa pesan dalam pidato tersebut akan disampaikan. Hanya saja yang perlu diketahui, pidato yang disampaikan menggunakan teks biasanya selalu diadakan pada forum atau suasana yang bersifat lebih resmi.

Karena itu, bahasa yang digunakan juga harus memperhatikan betul kaidah-kaidah atau aturan yang baku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Jika teks tersebut akan dipakai pada pidato yang diselenggarkan di suatu forum ilmiah, kita bisa menggunakan data-data yang lebih lengkap dan detail.

Misalnya, memberi penjelasan tentang berapa persen hutan di Kalimantan yang sudah rusak, serta berapa rupiah nilai kerugian yang ditimbulkan dan harus ditanggung oleh masyarakat akibat terjadinya penebangan liar yang tidak terkendali. Semua masalah ini bisa dijelaskan melalui angka-angka, serta data lain yang sangat valid.

Namun, jika teks pidato lingkungan itu akan disampaikan kepada masyarakat umum, maka pesan yang ditulis lebih baik yang bersifat umum saja. Misalnya, berisi ulasan tentang akibat yang ditimbulkan jika kita tidak menjaga lingkungan dengan baik.

Selain itu, bisa juga diberikan hal-hal yang bisa dilakukan bersama untuk menjaga lingkungan hidup, agar bisa lestari dan memberi manfaat yang lebih maksimal pada mereka.

Jika waktu yang tersedia cukup banyak, dalam teks pidato itu juga bisa disampaikan hal-hal lain yang saling berkaitan. Misalnya, tentang kerugian yang ditimbulkan jika kita membuang sampah di sungai atau kali. Ulasan yang ringan seperti ini justru akan lebih dimengerti oleh mereka.

Jika teks tersebut sudah jadi dan selesai dibuat, lakukan pengecekan kembali. Jadi, jika ada kesalahan bisa diperbaiki secepatnya. Terutama pada data-data atau angka yang harus-benar-benar ditulis dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Karena bagi kalangan akademik, data yang kita sampaikan bisa dijadikan sebagai sumber referensi untuk melakukan suatu penelitian tentang lingkungan. Jika data yang kita sampaikan ada yang salah tentu akan menimbulkan akibat yang fatal.

Dan, yang terakhir sebelum teks tersebut dicetak atau diprint, tentukan ukuran huruf dan bentuk font yang mau digunakan. Hal ini penting sekali terutama jika orang yang akan melakukan pidato punya gangguan mata atau penglihatan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi kekeliruan pembacaan teks, lebih baik naskah yang sudah dibuat tersebut dicetak dalam huruf yang ukurannya lebih besar.

Tips Berpidato Secara Langsung

Tips Berpidato Secara Langsung

Selain menggunakan tulisan naskah atau teks, pidato lingkungan juga bisa disampaikan secara langsung. Hal ini lebih cocok dilakukan pada suatu forum atau pertemuan yang sifatnya tidak begitu formal atau resmi. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika berpidato secara langsung tanpa menggunakan teks, antara lain gaya bahasa yang dipakai.

Jika yang datang pada forum tersebut kebanyakan berasal dari golongan yang sudah dewasa atau tua, gunakan bahasa yang lebih halus dan sopan. Hindarilah penggunaan kata-kata yang bersifat menggurui, apalagi jika usia kita lebih muda dari mereka. Lebih baik bahasa tersebut mengandung saran dan ajakan.

Namun, jika kebanyakan yang datang adalah kaum muda, kita bisa memakai bahasa yang lebih familiar. Bahkan jika dirasa perlu dan situasi memungkinkan, gunakan kata-kata gaul yang sering digunakan anak muda atau remaja masa kini.

Tujuannya adalah agar pesan yang ingin disampaikan bisa mengena dan masuk ke dalam hati mereka. Kemudian untuk menciptakan suasana yang hangat, segar dan akrab, pidato tersebut bisa dilakukan sambil memunculkan kata-kata dan kalimat bernada gurauan atau bercanda.

Selanjutnya, jika orang yang mendatangi acara penyampaian pidato itu adalah mereka yang usianya masih kecil atau anak-anak, maka gunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh mereka. Di sela-sela penyampaian pidato lingkungan itu, kita bisa mengajak mereka untuk bernyanyi bersama. Pilihlah jenis lagu yang mengandung ajakan, agar kita mau menjaga lingkungan hidup.

Dengan cara seperti ini, anak-anak yang biasanya tidak suka duduk berlama-lama akan merasa betah dan mau serta tertarik untuk mendengarkan pidato atau pesan tentang lingkungan yang ingin kita sampaikan.

Kemudian yang terakhir, yaitu cara berpakaian atau baju yang kita kenakan juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika sedang berpidato dihadapan orang tua, kita harus mengenakan baju yang bisa memunculkan kesan rapi dan sopan.

Lalu, untuk pidato lingkungan yang didatangi oleh orang muda, kenakan baju yang lebih santai dan tidak terlalu formal. Untuk acara penyampaian pidato yang ditujukan pada anak-anak, pilihlah baju yang warnanya bisa memunculkan kesan gembira dan ceria, sesuai dengan jiwa anak-anak yang selalu riang. Kita tidak harus menggunakan baju atau kaos yang di dalamnya ada gambar-gambar lucu. Yang terpenting adalah, warna baju tersebut bisa memunculkan kesan yang hangat dan akrab.

Share:

Mangaip

Halo perkenalkan nama saya Mangaip. Saya merupakan konten kreator, influencer, dan penulis di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibu Guru Pasti Meleleh, Ini Puisi Hari Guru Nasional Berbagai Macam Peralatan Kantor Serta Fungsinya